Purwakarta, daridesa.com – Seorang pelajar SMP (kenzie fachrudin) yang berposisi sebagai kiper menunjukkan prestasi luar biasa di dunia sepak bola usia dini. Ia mulai tertarik bermain sepak bola sejak usia 6 hingga 7 tahun. Ketertarikannya muncul saat ia kerap bermain bola di lingkungan rumah bersama teman-temannya pada masa kecil
Ia memilih sepak bola karena menurutnya olahraga ini memiliki nilai solidaritas dan kerja sama tim yang sangat kuat. “Bagi saya, sepak bola itu unik karena ini adalah olahraga tim yang sesungguhnya. Solidaritas dan kerja sama timnya sangat terasa,” ujarnya.
Dukungan terbesar datang dari kedua orang tuanya yang tidak hanya mendaftarkannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB) sejak dini, tetapi juga setia menemani latihan serta membimbingnya agar tetap seimbang antara akademik dan olahraga
Posisi favoritnya adalah kiper (penjaga gawang), karena ia menyukai peran besar seorang penjaga gawang yang bertanggung jawab sebagai benteng terakhir sekaligus pemimpin dari lini belakang. “Kiper itu memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi gawang dan memimpin tim dari belakang,” katanya.
Ia berlatih empat kali seminggu secara rutin bersama timnya. Ia mengungkapkan bahwa kunci untuk menyeimbangkan sekolah dan latihan ada pada disiplin dalam manajemen waktu. Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah ketika ia bersama tim Indonesia berhasil meraih juara 3 Gothia Cup di Gothenburg, Swedia kompetisi internasional bergengsi yang dikenal sebagai “Piala Dunia Anak”. “Rasanya sangat membanggakan bisa membawa nama baik Indonesia,” tuturnya penuh rasa bangga.
Namun, perjalanan sebagai atlet muda tidak selalu mudah. Tantangan terbesar baginya adalah menjaga konsistensi performa dan motivasi agar tetap stabil di setiap latihan dan pertandingan
Peran sekolah dan klub sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya. Klub memberikan pelatihan teknis dan taktik yang terstruktur, sementara sekolah (smp negeri 4 purwakarta) mendukung dengan memberikan dispensasi saat bertanding ke luar kota dan membantu mengejar pelajaran yang tertinggal.
Ia pun memiliki mimpi besar ke depan: “Cita-cita terbesar saya adalah bermain untuk tim nasional Indonesia dan berkarier di klub profesional, dan membanggakan kedua orang tua,” ujarnya.
Sebagai pesan penutup, ia mengajak anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi besar. “Jangan pernah takut bermimpi besar, karena mimpi besar dapat memberikan arah yang jelas dalam hidup, memotivasi untuk bekerja keras, dan membantu mengasah mental yang tangguh dalam menghadapi tantangan.”
Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

