Batang, daridesa.com – Ramadhan bukan hanya tentang meningkatkan ibadah, tetapi juga tentang menumbuhkan semangat kebersamaan dan keberdayaan. Hal inilah yang diwujudkan oleh PR IPNU-IPPNU Desa Ujungnegoro melalui gelaran Pasar Ramadhan 2026 yang sukses menggerakkan perputaran ekonomi warga.
Bertempat di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, kegiatan ini menjadi momen perdana yang digagas langsung oleh IPNU-IPPNU Ujungnegoro. Pelaksanaannya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa, Karang Taruna, serta PT. Bimashena Power Indonesia (BPI), sehingga mampu terselenggara dengan meriah dan tertata.
Pasar Ramadhan ini dipusatkan di Jalan Budi Arifin, tepatnya di depan SD Negeri Ujungnegoro. Setiap hari, mulai 19 Februari hingga 18 Maret 2026, area tersebut dipenuhi deretan lapak UMKM yang buka sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Aneka takjil, lauk-pauk, hingga jajanan khas Ramadhan tersedia lengkap, semuanya dijajakan oleh warga lokal.
Ketua IPNU Ujungnegoro, Abdi Setyo F., menyampaikan bahwa bazar ini dirancang untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi para pedagang. Panitia tidak membatasi waktu berdagang secara kaku agar para pelaku UMKM tetap nyaman dan tidak merasa dirugikan apabila dagangannya belum habis. Tujuan utamanya jelas: membantu meningkatkan pendapatan UMKM desa sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan berbuka puasa.
“Dukungan dari Pemerintah Desa Ujungnegoro juga menjadi energi tersendiri bagi panitia. Kepala Desa Ujungnegoro, Ibu Absah Erviana, S.H., mendorong agar kegiatan ini dikemas dengan baik sehingga mampu menjadi agenda rutin tahunan yang berdampak nyata bagi perekonomian desa.” Ujarnya
Sementara itu, Ketua Pelaksana Imam Wicaksono menegaskan bahwa Pasar Ramadhan bukan sekadar tempat berjualan, melainkan wadah kolaborasi dan pemberdayaan. Selama bulan suci, bazar ini menjadi ruang interaksi warga sekaligus sarana promosi produk lokal agar semakin dikenal dan diminati.
“Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Setiap sore, lokasi bazar ramai dikunjungi pembeli yang berburu takjil. Perputaran ekonomi pun terasa semakin hidup. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara organisasi pelajar, pemuda, pemerintah desa, dan elemen masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang nyata.”
Harapannya, Pasar Ramadhan Ujungnegoro dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi ikon kegiatan tahunan desa. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, cita-cita mewujudkan “Ujungnegoro Hebat” bukan lagi sekadar harapan, melainkan langkah yang terus diupayakan bersama. Pungkasnya
Penulis: Shinta Ayu Asmara

