Kabar Jelajah Desa

Kampung Empat Belas Di Karawang: Tradisi 14 Rumah Yang Tetap Terjaga

Warga Kampung Empat Belas Di Karawang, Jawa Barat, sedang menjemur padi di halaman rumahnya

Karawang, daridesa.com – Sebuah kisah unik datang dari Kampung Gandok, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di kampung kecil ini, masyarakat memegang teguh sebuah keyakinan turun-temurun bahwa jumlah rumah yang berdiri tidak boleh lebih dari 14 unit. Aturan tak tertulis tersebut telah mengakar kuat dan menjadi identitas kampung yang kini dikenal sebagai Kampung Empat Belas.

Warga setempat mempercayai bahwa apabila jumlah rumah melebihi angka tersebut, akan muncul berbagai peristiwa yang dianggap sebagai pertanda buruk. Mulai dari bangunan yang mengalami kerusakan hingga musibah yang menimpa pemilik rumah. Kepercayaan ini sudah diwariskan sejak generasi terdahulu dan tetap dijaga hingga sekarang.

Salah seorang warga, Samsul, menuturkan bahwa sejak ia kecil, jumlah rumah di kampungnya memang tak pernah bertambah dari angka 14.”Setiap kali ada upaya menambah bangunan, selalu saja terjadi kejadian yang tidak diharapkan. Hal itulah yang membuat warga memilih untuk mempertahankan jumlah rumah sesuai amanat leluhur” Ujarnya.

Kepala Desa Gempol Kolot, Sunardi, juga membenarkan bahwa masyarakat masih memegang erat tradisi tersebut. Ia menilai, kepercayaan itu telah menjadi bagian dari jati diri kampung dan membentuk kebersamaan antarwarga.

Keunikan Kampung Empat Belas tak berhenti pada jumlah rumahnya saja. Letaknya yang berada di bantaran Sungai Cilamaya justru menambah daya tarik tersendiri. Meski berada dekat aliran sungai besar, kampung ini disebut-sebut tidak pernah terdampak banjir, bahkan ketika wilayah sekitarnya kerap terendam saat musim hujan tiba.

Desa: Ruang Tumbuh, Ruang Pulang, dan Masa Depan Indonesia

Sunardi mengaku kagum dengan kondisi tersebut. Menurutnya, secara geografis kampung itu tergolong rawan, namun kenyataannya selalu aman dari luapan air sungai.

Ke depan, pemerintah desa berencana meningkatkan sarana dan prasarana di Kampung Empat Belas, khususnya akses jalan guna menunjang aktivitas warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Namun, pembangunan itu diupayakan tetap selaras dengan pelestarian tradisi yang telah menjadi ciri khas kampung.

“Harapannya ada dukungan dari pemerintah daerah agar pengembangan infrastruktur dapat berjalan tanpa mengikis nilai budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat” Pungkasnya.

Kampung Empat Belas menjadi gambaran nyata bagaimana kearifan lokal mampu bertahan di tengah arus perubahan zaman. Tradisi yang dijaga secara kolektif itu tidak hanya menjadi cerita unik, tetapi juga memperlihatkan kuatnya peran budaya dalam membentuk tatanan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.

Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

IPNU-IPPNU Ujungnegoro Hidupkan Ekonomi Desa Lewat Pasar Ramadhan 2026