SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Pasar Sasagaran Desa Dangdeur Hadirkan Nuansa Sunda dan Jajanan Tempo Dulu

Purwakarta, Jawa Barat – Pasar Sasagaran menjadi destinasi unik yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Mengusung konsep tradisional Sunda, pasar ini membawa pengunjung seolah kembali ke suasana pedesaan tempo dulu, lengkap dengan nuansa alam, kesederhanaan, dan kehangatan khas kampung.

Berlokasi di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Pasar Sasagaran dihadirkan sebagai upaya melestarikan makanan tradisional di tengah maraknya tren kuliner modern.

Pasar tematik ini menawarkan jajanan jadul yang kini jarang ditemui, seperti urab singkong, urab talas, gemblong, katimus, opak, kue ali, es cendol, hingga tuweug yang namanya mulai asing di telinga generasi muda.

Di pasar ini, masyarakat tidak hanya berjualan, tetapi juga menghidupkan kembali cita rasa masa lalu melalui makanan dan minuman khas zaman dulu. Sajian tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus pengingat akan kekayaan kuliner lokal yang perlu dijaga.

Aktivitas pengunjung yang membeli makan jaman dulu di Pasar sasagaran. (foto: Istimewa)

Suasana semakin hidup dengan hadirnya berbagai pertunjukan kesenian tradisional. Salah satu yang menarik perhatian adalah “tutunggulan”, pertunjukan musik khas yang dimainkan oleh ibu-ibu masyarakat setempat menggunakan alat sederhana seperti lesung dan alu. Irama yang dihasilkan menciptakan harmoni unik, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan budaya lokal.

Prof. Sofyan Sjaf: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Akurasi Data Desa

Ribuan pengunjung padati Pasar Sasagaran setiap hari sabtu dan minggu. (Foto: daridesa.com)

Kepala Desa Dangdeur sekaligus penggagas Pasar Sasagaran, Tatang Taryana, menuturkan bahwa pasar ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara budaya, ekonomi, dan pariwisata.

“Banyak makanan khas kita yang sudah sulit dicari. Melalui pasar ini, kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat era modern dan generasi muda bahwa kuliner tradisional memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi,” ujarnya. Kepada daridesa.com Minggu (19/04/2026).

Apresiasi juga datang dari Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Purwakarta, Hadi Albulaqi. Ia menilai Pasar Sasagaran sebagai contoh nyata pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Inisiatif seperti ini sangat penting karena tidak hanya menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga identitas budaya daerah. Pasar Sasagaran memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengangkat produk UMKM sekaligus memperkuat citra Purwakarta,” ungkapnya.

Tambah Hadi, Dengan perpaduan antara aktifitas ekonomi , budaya, dan hiburan, Pasar Sasagaran tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang pelestarian tradisi Sunda yang terus hidup di tengah masyarakat modern. Ujarnya. (Red) 

Bukan Polusi Tapi Solusi: Potret Kemandirian Pemuda Desa Nangerang Purwakarta Kelola Sampah

Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

 

× Advertisement
× Advertisement