Purwakarta, Jawa Barat — Musyawarah Daerah (Musda) Ekonomi Kreatif Kabupaten Purwakarta 2026 berlangsung penuh semangat dan dinamika, Minggu (26/4/2026) di Aula Janaka Pemda Purwakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Ekraf Purwakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah ini menjadi momentum penting dalam menentukan kepemimpinan baru sekaligus arah pengembangan ekonomi kreatif di Purwakarta ke depan.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Muchamad Arief Budiman, serta Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta Aep Durrohman.
Dalam berbagai hal, Bupati Purwakarta memberikan pesan mendalam mengenai jati diri pelaku ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa kekuatan sektor ini terletak pada kapasitas sumber daya manusianya yang harus terus diasah secara serius.
“Bedanya Ekraf dengan yang lain adalah perpaduan antara intelektual dan wirausaha. Maka belajarnya harus benar dan tuntas. Nitip untuk teman-teman agar tidak salah memahami esensi dari ekonomi kreatif itu sendiri,” tegas Om Zein.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para penggiat kreatif untuk fokus pada proses pengembangan diri dan menjaga kemandirian organisasi demi keberlangsungan ekosistem yang sehat.
“Jangan sekali-kali berafiliasi dengan Partai Politik (Parpol), itu penting demi efektifitas keberjalanan Ekraf itu sendiri. Belajarlah dari hal kecil untuk membentuk kecerdasan intelektual dan wirausaha kita. Mulai dari hal kecil, itu penting!” menambahkan.
Rangkaian Musda berlangsung dinamis hingga mencapai puncaknya pada proses pemungutan suara. Melalui proses tersebut, Rhana Cahya Nugraha resmi terpilih sebagai Ketua Komite Ekraf Purwakarta periode 2026–2031.
Dalam pernyataannya, Rhana menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan semangat inklusivitas.
“Inalillahi Wainna Ilaihi Roojiun atas kepercayaan ini. Saya percaya, kekuatan terbesar kita ada pada kolaborasi. Dengan semangat ‘Sabilulungan’, kita bisa mengangkat potensi lokal jadi kekuatan besar yang punya daya saing,” ungkap Rhana.
Ke depan, kepemimpinan baru ini menargetkan penguatan ekosistem yang lebih terbuka, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga percepatan digitalisasi agar karya lokal Purwakarta mampu dikenal lebih luas.
Musda Ekraf Purwakarta 2026 ini pun berakhir sebagai titik awal konsolidasi seluruh pelaku kreatif di daerah, dengan harapan besar agar Purwakarta dapat tumbuh dalam kolaborasi dan maju melalui kreativitas yang tuntas.
Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman


