Purwakarta, daridesa — Setiap kali menjelang Idul Fitri sejumlah pedagang bunga mulai banyak didapati di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Purwakarta. Mengingat sudah mulai diburu masyarakat untuk dibawa berziarah ke makam sanak saudara.
Salah satunya di ruas jalan kebon jahe sampai Ipik gandamanah, para penjual bunga dadakan tersebut menjajakan dagangannya di sepanjang trotoar. Namun dimalam Idul Fitri jumlah pedagang tersebut mulai bertambah.
“Kalau sudah deket lebaran saya sama suami langsung jualan bunga-bunga”. Kata Tati salah satu pedagang bunga.
Menurutnya, sebelum berjualan bunga, pada siang harinya ia berjualan cangkang ketupat yang dijajakan di lapak yang sama lalu pada sore harinya ia mulai menjajakan bunga segar.
“Tadi pas siang jualan dulu cangkang ketupat, terus sore beres langsung siap siap jualan bunga”. Ujarnya.
Harga bunga nya pun variatif mulai dari yang termurah seharga Rp. 5.000 sampai yang paling mahal seharga Rp.15.000.
“Untuk bunga aster sama sedap malam ini harganya lima belas ribu, kalau bunga tabur satu bungkus nya cuma lima ribu”. Tambahnya.
Para pembeli pun tidak hanya membeli untuk kebutuhan menyekar ke makam namun ada juga yang untuk pengharum sekaligus penghias ruang tamu.
“Sekalian beli buat nyekar sekalian juga beli bunga sedap malam buat pengharum ruangan soalnya kalau beres sholat id suka banyak sodara yang silaturahmi ke rumah”. Ungkap Safira salah satu pembeli bunga di lapak Tati.
Omzet yang didapatkan Tati pun tak main main bisa sampai lebih dari satu juta rupiah.
“Ya walaupun dadakan juga tapi Alhamdulillah omzetnya lumayan untuk tambah tambah di hari lebaran”. Pungkasnya. (Farhan)
Berita dari desa | Membaca Kampung Halaman

