SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akar & Budaya

Malam Jumat Kliwon, Ribuan Warga Padati Makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana Cirebon

Cirebon, daridesa.com – Ribuan Warga dari berbagai daerah tampak datang berduyun-duyun untuk mengikuti tradisi Kliwonan di Kompleks Pemakaman Makam Sunan Gunung Jati, yang berlokasi di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Tak hanya warga setempat, masyarakat dari luar daerah juga turut hadir untuk mengikuti pembacaan tahlil secara berjamaah pada malam Jumat Kliwon di kawasan pemakaman tersebut.

Tradisi Kliwonan sendiri merupakan adat budaya masyarakat Cirebon yang rutin dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon. Kegiatan ini bertujuan untuk memanjatkan doa, memohon keberkahan, rezeki, keselamatan, serta perlindungan kepada Allah SWT.

Motivasi masyarakat yang mengikuti Kliwonan pun beragam. Selain untuk bersilaturahmi, sebagian warga datang untuk menunaikan nazar, berziarah, hingga mencari ketenangan batin di malam yang dianggap sakral tersebut.

Salah seorang peziarah asal Kabupaten Purwakarta, Ibnu, mengaku rutin datang untuk berdoa. Ia menyebut jumlah pengunjung yang hadir tidak hanya ratusan, melainkan bisa mencapai ribuan orang, bahkan dari luar kota.

Kisah Pak Tri dan Bu Uti Mengubah Halaman Jadi Sumber Pangan

“Mungkin tidak hanya ratusan, bisa ribuan orang yang datang untuk Berdoa dan ngalap berkah wali Allah, pada malam ini.” ujarnya kepada daridesa.com saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026) malam.

Ia menambahkan, dirinya kerap berziarah ke tempat tersebut, terlebih saat bertepatan dengan momentum malam Jumat Kliwon. “Saya datang dari Purwakarta, sering berziarah ke sini. Kebetulan sedang libur panjang dan malam ini malam Jumat Kliwon, sekaligus ada pengajian Kliwonan, jadi saya sekeluarga berziarah.” pungkasnya.

Selain peziarah, para pedagang juga turut merasakan dampak positif dari tradisi ini. Dagangan mereka laris manis dibeli para pengunjung yang memadati kawasan tersebut. (Red)

Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

 

Mangrove Pasir Putih Cilamaya: Di Antara Stigma, Migrasi, dan Harapan dari Pesisir Karawang

× Advertisement
× Advertisement