Karanganyar, daridesa.com – Pemerintah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, kembali membuat gebrakan yang menyejahterakan warganya. Menjelang Idul Fitri 2026, pemerintah desa setempat membagikan bantuan uang tunai yang akrab disebut warga sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) dengan total nilai mencapai Rp723 juta.
Dana luar biasa tersebut dibagikan kepada 1.446 Kepala Keluarga (KK), di mana masing-masing KK menerima bantuan sebesar Rp500.000. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana pengelolaan dana desa yang transparan dan mandiri dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
Mandiri Melalui Pendapatan Asli Desa
Berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya, dana yang digunakan untuk THR ini bukan bersumber dari Dana Desa pemerintah pusat, melainkan murni dari Pendapatan Asli Desa (PADes). Pundi-pundi rupiah ini berhasil dikumpulkan berkat kesuksesan BUMDes Alam Berjo.
Badan Usaha Milik Desa tersebut berhasil mengelola destinasi wisata populer yang menjadi magnet wisatawan di Karanganyar, di antaranya: Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda
Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar bantuan sesaat, melainkan sudah menjadi agenda rutin tahunan.
“Itu agenda tiap tahun, sudah terjadi dua kali. Tahun kemarin dan tahun ini. Nominalnya Rp500 ribu per KK untuk 1.446 KK,” ungkap Dwi Haryanto saat memberikan keterangan kepada media.
Tak Hanya THR, Beasiswa dan Kesehatan Jadi Prioritas
Komitmen Desa Berjo dalam menyejahterakan warganya ternyata tidak berhenti pada pembagian THR. Desa yang terletak di lereng Gunung Lawu ini juga memiliki sederet program unggulan lainnya, diantaranya:
– Beasiswa Kuliah: Bantuan sebesar Rp5 juta per pelajar bagi warga desa yang menempuh pendidikan tinggi.
– Layanan Kesehatan Gratis: memutar akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
– Bantuan Kelompok Rentan: Perhatian khusus bagi warga yang membutuhkan perlindungan sosial tambahan.
Fenomena di Desa Berjo ini menjadi angin segar di tengah isu pengelolaan dana desa di Indonesia. Dengan tata kelola yang bersih dan optimalisasi potensi wisata lokal, Desa Berjo membuktikan bahwa kemandirian ekonomi desa bukan sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan.
Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

