Pernyataan Sikap Gusdurian Karawang, Terhadap Kekerasan Seksual Anak Usia 3 Tahun

Pernyataan Sikap Gusdurian Karawang, Terhadap Kekerasan Seksual Anak Usia 3 Tahun

Karawang, daridesa.com – Pada tanggal 20 Agustus 2022, salah satu media online memberitakan tentang anak usia
3 tahun di Karawang yang diduga dicabuli ayah kandungnya (tvberita.co.id/news/mirisbocah-3-tahun-di-karawang-diduga-dicabuli-ayah-kandung/).

Pada 23 Oktober 2022, Gusdurian Karawang menerima berita tersebut dari masyarakat
yang mengirim melalui Hotline Gusdurian Karawang. Hal ini tentu menjadi perhatian
Gusdurian Karawang untuk berupaya mendampingi korban.

Sementara itu, kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Karawang kerap sering terjadi.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Gusdurian Karawang dalam 5 tahun terakhir,
terdapat 461 kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Karawang dan terdapat 98 kasus
per Oktober 2022. Berdasarkan data tersebut, Gusdurian Karawang berpandangan bahwa Kabupaten Karawang belum ramah perempuan dan anak.

Pada 26 Oktober 2022, Gusdurian Karawang menghubungi kerabat korban dan
mengunjungi rumah keluarga korban. Serta meminta langsung penjelasan dari keluarga
korban (nenek korban).

Keluarga korban menceritakan kronologi kasusnya dan mengaku telah melaporkan
pelaku ke Polisi pada tanggal 10 Mei 2022 dan telah dilakukan BAP oleh Pihak
Kepolisian. Namun, keluarga korban melihat sampai saat ini pelaku masih berkeliaran
dengan bebas.

Oleh karena itu Gusdurian Karawang menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, berduka pada korban dan keluarganya atas tragedi yang menimpa korban.
Kedua, mengutuk keras tindakan pelaku Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak.
Ketiga, meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Keempat, meminta Pemerintah Kabupaten Karawang mengusut tuntas kasus tersebut
dengan memberikan pendampingan psikologi dan bantuan hukum pada koban.
Kelima, mengimbau kepada masyarakat Karawang untuk memperkuat solidaritas dan
melawan segala bentuk Kekerasan Seksual.

Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

ARTIKEL TERKAIT
Gunung Rahayu: Antara Pengembangan Wisata dan Dampak Sosial

Gunung Rahayu: Antara Pengembangan Wisata dan Dampak Sosial

Gemuruh Dibalik Sawah

Gemuruh Dibalik Sawah

Rumah Kosong Hidup Kembali, Desa Ditantang Hadirkan Ruang Kreatif

Rumah Kosong Hidup Kembali, Desa Ditantang Hadirkan Ruang Kreatif

HUT ke-80 RI di Purwakarta Diperingati dengan Upacara Khidmat dan Karnaval Meriah

HUT ke-80 RI di Purwakarta Diperingati dengan Upacara Khidmat dan Karnaval Meriah

Menghidupkan Literasi Desa: Saresahan Aksara KKN STAI Riyadhul Jannah di Taringgul Tengah

Menghidupkan Literasi Desa: Saresahan Aksara KKN STAI Riyadhul Jannah di Taringgul Tengah

PORSA 2025 STIE Wikara Resmi Dibuka, Angkat Tema “Mahasiswa Satu Suara, Satu Rasa”

PORSA 2025 STIE Wikara Resmi Dibuka, Angkat Tema “Mahasiswa Satu Suara, Satu Rasa”