Subang, daridesa.com – Menghadapi dinamika pembangunan pedesaan yang kian kompleks, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Riyadhul Jannah Subang menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 dengan mengangkat tema futuristik: “Desa 5.0: Kolaborasi dan Transformasi Sosial Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi.” Senin, (08/25).
Kegiatan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa STAI Riyadhul Jannah untuk memasuki fase pengabdian masyarakat, di mana keilmuan yang telah mereka pelajari akan diuji secara langsung di lapangan. Tema yang diusung bukan sekadar simbol, melainkan refleksi atas urgensi integrasi antara teknologi, nilai-nilai lokal, dan semangat kolaborasi lintas peran sosial.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Hj. Selvia Ru’yatus Saefullah, M.TESOL, selaku Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk menjadi mitra aktif masyarakat desa, bukan sekadar peserta program.
“Mahasiswa STAI Riyadhul Jannah harus bisa berkolaborasi dengan desa dan masyarakat guna menghadapi era Desa 5.0. Kolaborasi adalah kunci. Jangan datang hanya sebagai pengamat, tapi hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” tegasnya.
Sambutan penuh semangat juga disampaikan oleh Bapak Iik Taopik Hasan, M.Pd, yang merupakan Pembantu Ketua I Bidang Akademik sekaligus dosen pembina. Ia mengingatkan bahwa pengabdian yang bernilai tidak diukur dari lamanya waktu, melainkan dari kedalaman interaksi dan niat yang tulus.
“Mahasiswa STAI Riyadhul Jannah harus bisa menjadi tulang punggung masyarakat, walaupun hanya 40 hari. Jadikan KKN ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari jejak kontribusi nyata,” ujarnya.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Riyadhul Jannah tahun 2025 akan berlangsung selama 40 hari, dimulai pada 16 Juli hingga 26 Agustus 2025. Dalam program ini, sebanyak tujuh kelompok mahasiswa akan diterjunkan ke tujuh desa yang berada di wilayah Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Ketujuh desa tersebut meliputi Desa Babakan Wanayasa, Desa Wanasari, Desa Legokhuni, Desa Sukadami, Desa Taringgul Tengah, Desa Taringgul Tonggoh, dan Desa Ciawitali.
Setiap desa akan menjadi laboratorium sosial tempat mahasiswa mengembangkan gagasan, memecahkan persoalan lokal, dan menjalin kemitraan dengan masyarakat. Program ini tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan interaksi dialogis yang mampu mendorong partisipasi aktif warga desa.
Dengan tagline “Kolaborasi Menciptakan Inovasi, Inovasi Menyatu dengan Tradisi,” STAI Riyadhul Jannah menegaskan bahwa kemajuan tidak harus mencabut akar tradisi. Sebaliknya, tradisi bisa menjadi pondasi kuat bagi tumbuhnya inovasi yang berkelanjutan dan berkeadaban.
KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan yang menjadi ruh perguruan tinggi Islam. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membumi: berpikir global, bertindak lokal, dan melayani masyarakat dengan hati yang ikhlas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat desa, sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah dalam konteks nyata di lapangan. KKN ini juga menjadi ajang pembelajaran kolaboratif yang memperkuat jiwa sosial, kepemimpinan, serta semangat inovatif dalam menghadapi dinamika masyarakat di era Desa 5.0.
Penulis: Isa
Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman