SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Gelar Membaca Bumi Kartini, KOPEL Purwakarta Sambut 1 Dekade dengan Berbagai Festival 

Purwakarta, daridesa.com – Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta (KOPEL) sukses menggelar kegiatan bertajuk Membaca Bumi Kartini 2026 dengan tema “Membangun Intuisi dengan Kekuatan Pena dan Lensa” di Bale Sawala Yudistira, halaman Pemda Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4/2026).

Koordinator Umum KOPEL, Rangga Maulana Iksan, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif bagi generasi muda untuk mengasah kepekaan terhadap isu lingkungan, sosial, serta peran perempuan melalui kekuatan literasi dan karya visual.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar membaca kenyataan, baik melalui tulisan, pertunjukan teater, maupun karya audio visual,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga mengambil semangat emansipasi dari Raden Ajeng Kartini. Menurutnya, acara tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi sekaligus dialektika kreatif.

“Berbagai ekspresi seni dan pemikiran kritis dipertemukan dalam satu panggung yang hidup dan inspiratif,” tambahnya.

Kokoh Di Tengah Laut, Makam Syekh Abdullah Mudzakir Jadi Magnet Religi dan Penggerak Ekonomi Warga Desa Bedono

Lanjut Rangga, Rangkaian kegiatan dalam acara ini meliputi pameran karya fotografi dan tulisan, penampilan teater, pembacaan puisi, hingga pertunjukan musik dari 41Killaz yang menghadirkan nuansa kritik sosial. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi talkshow yang membuka ruang diskusi mendalam mengenai literasi, lingkungan, serta peran strategi generasi muda dalam menanggapi berbagai permasalahan yang dihadapi.

Sambutan Koordinator Umum KOPEL, Rangga Maulana Iksan. Sekaligus konferensi pers Acara Festival Pena dan Lensa

Rangga menjelaskan, “Membaca Bumi Kartini 2026 menjadi penanda dimulainya Pembukaan Festival Pena dan Lensa Purwakarta 2026. Festival ini akan menghadirkan empat rangkaian utama, yakni Festival Literasi, Festival Jurnalistik, Purwakarta Lautan Fotografi, serta Festival Film Purwakarta. Keempatnya dirancang sebagai gerakan terpadu dalam membangun ekosistem literasi dan visual yang penting, kolaboratif, serta luas bagi masyarakat”.

Sebagai lanjutan dari rangkaian festival, KOPEL juga akan menggelar Movie Day Series di sejumlah titik di Jawa Barat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Alun-Alun Wanayasa, 24 April 2026 di Bandung Creative Hub, serta 26 April 2026 di Bale Yudistira. Program ini akan berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangkaian Festival Film Anti Korupsi 2026, dengan menghadirkan film-film bertema integritas dan antikorupsi sebagai media edukasi masyarakat. Bebernya Rangga kepada media.

Sementara itu, Pendiri KOPEL yang juga Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Purwakarta, Hadi Albulaqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif melalui pendekatan kreatif.

“Membaca bukan hanya soal teks, tetapi bagaimana kita membaca kenyataan. Bumi hari ini sedang ‘bercerita’, dan melalui karya serta diskusi, kami ingin mengajak generasi muda untuk lebih peka, lebih kritis, lebih peduli, dan bisa berbicara dengan karya”.ujarnya.

Mangrove Pasir Putih Cilamaya: Di Antara Stigma, Migrasi, dan Harapan dari Pesisir Karawang

Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut satu dekade berdirinya KOPEL.

“Ini juga menjadi momentum kami menyambut perjalanan KOPEL menuju 10 tahun di tahun depan. Harapannya, KOPEL dapat terus tumbuh dan hadir di tengah-tengah masyarakat, menjadi ruang belajar, berkarya, dan bergerak bersama,” tambahnya.

Hadi juga menyampaikan harapannya kepada seluruh anggota KOPEL di mana pun berada.

“Semoga teman-teman KOPEL di manapun berada, kita ditakdirkan untuk tumbuh bersama, tumbuh ke atas untuk memberi keteduhan, tumbuh ke bawah untuk mengakar, erat dan merekat bersama masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan pengunjung dari seluruh organisasi, komunitas hingga generasi. Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. (Merah)

Atap Gapura Jalan Perbatasan Desa Rawasari dan Cadasmekar Nyaris Roboh? Warga Minta Perhatian Om Zen dan Abang Ijo

× Advertisement
× Advertisement