Bogor, daridesa.com – Divisi Geodesa Lab Data Desa Presisi (DDP) FEMA IPB University akan menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pemetaan & Pemodelan Informasi Geospasial Desa” pada 11-12 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja strategis Geodesa Lab dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang geospasial desa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pemetaan modern untuk pembangunan perdesaan yang lebih presisi.
Pelatihan ini akan diisi oleh para narasumber dan instruktur yang telah bersertifikasi sebagai pilot drone dan pengguna ArcGIS, serta memiliki pengalaman panjang dalam penelitian Data Desa Presisi IPB University sejak 2014 hingga saat ini. Kehadiran para instruktur berpengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis kepada peserta.
Ketua Divisi Geodesa Lab DDP FEMA IPB University, Dr. La Elson, M.Si, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan yang semakin besar terhadap informasi geospasial desa yang akurat, presisi, dan relevan dengan dinamika pembangunan wilayah perdesaan.
“Pelatihan ini bukan hanya sekadar pengenalan teknologi pemetaan, tetapi juga bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas peserta dalam membaca, mengolah, menganalisis, dan memodelkan informasi geospasial desa secara efektif,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan geospasial saat ini menjadi kebutuhan penting, terutama di tengah meningkatnya tuntutan terhadap perencanaan pembangunan desa yang berbasis data. Desa tidak lagi cukup dipetakan secara administratif, tetapi juga perlu dipahami dari aspek penggunaan lahan, potensi sumber daya, kerawanan bencana, hingga kebutuhan ruang yang berkembang secara dinamis.
Pelatihan ini memiliki sejumlah tujuan utama. Pertama, meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami konsep dasar geospasial dan pemetaan desa. Kedua, membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam menggunakan teknologi pemetaan dan pemodelan geospasial. Ketiga, meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis dan menginterpretasikan data geospasial desa. Keempat, meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat peta dan model geospasial desa yang akurat, presisi, dan efektif.
Adapun sasaran peserta pelatihan ini cukup luas, mulai dari mahasiswa, peneliti, dosen, surveyor, hingga berbagai profesi lain yang memiliki minat pada pengembangan data dan informasi geospasial desa. Pelatihan dirancang secara bertahap atau berseri agar materi dapat disampaikan secara sistematis dan mendalam sesuai kebutuhan peserta.
Untuk Seri 1, fokus pelatihan masih akan diarahkan pada pengenalan dasar mengenai drone mapping dan ArcGIS. Materi awal ini menjadi fondasi penting sebelum peserta memasuki tema-tema lanjutan yang lebih spesifik dan aplikatif.
Ke depan, pelatihan akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan tematik informasi geospasial yang relevan dengan kondisi terkini di wilayah perdesaan. Di antaranya adalah analisis potensi desa berbasis penggunaan lahan untuk mendukung program pemerintah, seperti Koperasi Merah Putih, identifikasi ketersediaan bahan baku untuk program makan bergizi gratis, penyusunan model antisipasi kebencanaan, hingga analisis terkait rencana dan struktur ruang wilayah perdesaan.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek teknis pemetaan, tetapi juga mampu mendorong pemanfaatan informasi geospasial sebagai instrumen pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pembangunan desa.
Selain itu, pelatihan ini juga menawarkan sejumlah manfaat bagi peserta. Mulai dari peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang pemetaan berbasis teknologi drone dan ArcGIS, peningkatan peluang kerja dan karier di bidang geospasial, hingga kemampuan dalam membuat peta, menganalisis, dan menginterpretasikan data geospasial desa secara lebih komprehensif.
Manfaat lainnya yang tak kalah penting adalah kontribusi terhadap peningkatan kualitas perencanaan pembangunan desa. Dengan penguasaan teknologi geospasial, peserta diharapkan mampu mendukung pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara lebih baik, terarah, dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, Geodesa Lab DDP FEMA IPB University menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program penguatan kapasitas yang relevan dengan tantangan pembangunan desa masa kini. Di tengah kebutuhan akan data yang presisi dan kebijakan yang berbasis bukti, keahlian dalam pemetaan dan pemodelan informasi geospasial menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh berbagai kalangan.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang belajar kolaboratif antara akademisi, peneliti, praktisi, dan profesi lainnya dalam membangun ekosistem data desa yang lebih kuat, adaptif, dan bermanfaat bagi pembangunan Indonesia dari desa. (Ram)


