SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Jelajah Desa

Inspiratif! Pemuda Desa Nangerang Purwakarta, Kelola Sampah Secara Mandiri

Asep Saepul (30), pria hebat di balik pengelolaan sampah di Desa Nangerang, Wanayasa! Gak cuma inisiator pemuda pengelola sampah yang sudah berjalan hampir 2 tahun, beliau ternyata juga Kepala Dusun

Purwakarta, Jawa Barat – Masalah sampah seringkali menjadi polemik yang tak kunjung usai di tingkat desa. Namun, bagi sekelompok pemuda di Desa Nangerang, Kecamatan Wanayasa, keluhan warga bukan sekadar angin lalu, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak.

Dipelopori oleh lima orang pemuda setempat dan diinisiasi oleh Asep Saepul, tim kecil ini muncul sebagai jawaban konkret atas keresahan masyarakat terkait kebersihan lingkungan. Gerakan yang mereka namakan sebagai unit pengelolaan sampah ini kini telah berjalan secara konsisten selama hampir dua tahun.

Asep Saepul menceritakan bahwa langkah ini bermula dari banyaknya suara sumbang dan keluhan warga mengenai tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Alih-alih menunggu bantuan dari pihak luar, Asep dan keempat rekannya memutuskan untuk turun tangan langsung.

“Kami berangkat dari keresahan atas keluhan warga mengenai sampah. Kami ingin menjadi jawaban atas masalah itu, bukan sekadar ikut mengeluh,” ujar Asep di sela kegiatannya mengelola sampah.

Menjadi pengelola sampah di desa bukanlah pekerjaan yang selalu mendapat pujian. Di awal berdiri hingga perjalanannya yang hampir mencapai tahun kedua, tim ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Profesi yang berhubungan langsung dengan limbah domestik seringkali dianggap kurang bergengsi bagi anak muda.

Bukan Polusi Tapi Solusi: Potret Kemandirian Pemuda Desa Nangerang Purwakarta Kelola Sampah

Proses pemilihan sampah organik dan sampah plastik yang kemudian nanti ke tahap proses pembakaran sampah

Namun, semangat mereka tidak surut. Bagi Asep dan kawan-kawan, hasil nyata di lapangan jauh lebih penting daripada opini publik.

“Walaupun kadang dipandang sebelah mata, tapi setidaknya kami memberikan jawaban atas masalah yang ada di lingkungan terdekat, yakni desa, apalagi terkait sampah,” tambahnya dengan tegas.

Konsistensi tim ini dalam menjaga wajah Desa Nangerang tetap bersih mulai menghasilkan hasil. Lingkungan menjadi lebih tertata, dan pola pikir masyarakat perlahan mulai berubah. Asep berharap apa yang ia dan teman-temannya lakukan bisa memicu gelombang perubahan di tempat lain.

“Semoga kami menjadi motivasi bagi pemuda-pemuda dan desa-desa lain. Bahwa anak muda harus berani mengambil peran, sekecil apapun itu, demi kemajuan desanya sendiri,” pungkas Asep.

Melalui tagline yang tertera di seragam mereka, “Jadilah Bagian dari Solusi, Bukan Polusi”, pemuda Desa Nangerang kelima ini membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian di halaman rumah sendiri.

Rumuskan Roadmap Ekraf Jabar, Galih Sedayu Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kebijakan Pusat dan Daerah

Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman

× Advertisement
× Advertisement