SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

IPB University Dorong Perencanaan Desa Berbasis Data di Kabupaten PALI

Kab. PALI, Sumatera Selatan — Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Prof. Sofyan Sjaf, bersama tim peneliti Laboratorium Data Desa Presisi (DDP) berkunjung ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (13/04). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian bertema perencanaan pembangunan desa berbasis data.

Kunjungan tim IPB University diterima langsung oleh Kepala DKP Kabupaten PALI, Khairiman, M.Si. Ia menyatakan dukungannya terhadap kegiatan penelitian IPB University yang kembali dilaksanakan di Kabupaten PALI.

“Kami berbahagia dan siap mendukung kegiatan penelitian IPB University yang kembali digelar di Kabupaten PALI,” kata Khairiman.

Menurut Khairiman, Kabupaten PALI telah beberapa kali menjadi lokasi kegiatan penelitian dan implementasi inovasi yang dikembangkan IPB University.

“Sudah banyak kegiatan penelitian dan implementasi inovasi dari IPB University yang lokusnya berada di Kabupaten PALI. Salah satunya melalui pelaksanaan Data Desa Presisi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kecamatan Penukal, Keca

Perkuat Pembangunan Desa, Mendes Yandri Susanto Jajaki Kerjasama Strategis dengan China

matan Abab, Kecamatan Tanah Abang, dan Kecamatan Penukal Utara” ujarnya.

Ia menilai, penelitian dengan tema perencanaan pembangunan desa berbasis data memiliki nilai strategis bagi kemajuan desa di Kabupaten PALI.

“Kegiatan penelitian ini sangat berharga untuk kemajuan desa di Kabupaten PALI pada masa mendatang,” kata Khairiman.

Sumber: Tim Lab Data Desa Presisi IPB

Prof. Sofyan: Urgensi Data Untuk Kemajuan Desa

Di tempat yang sama, Prof. Sofyan menyatakan bahwa desa memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional.

Dongkrak Ekonomi Desa, Menteri PKP Dorong Program Gentengnisasi Serap Ratusan Juta Produk UMKM Lokal Plered

“Desa adalah soko guru pembangunan nasional. Jika dilihat dari karakteristik kewilayahan Indonesia, maka pedesaan mestinya menjadi pusat pertumbuhan, dan hal itu sangat mungkin terjadi hari ini berkat kemajuan teknologi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, perencanaan pembangunan desa perlu ditopang data yang akurat sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan.

“Untuk bisa sampai pada cita-cita tersebut, perencanaan pembangunan desa harus didukung data yang menjadi dasar perumusan program dan kegiatan pembangunan,” jelasnya.

Implementasi Data Desa Presisi di sejumlah desa di Kabupaten PALI, sambungnya, dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Implementasi DDP di empat kecamatan di Kabupaten PALI dapat menjadi percontohan untuk selanjutnya direplikasi di banyak desa di Indonesia,” katanya.

Menembus Pasar Eropa : Rempah Andaliman dari Desa Siallagan Kini Mendunia

Prof. Sofyan tak luput mengingatkan bahwa ikhtiar memajukan desa-desa di Indonesia merupakan kerja jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Prosesnya memang panjang dan melelahkan. Apa yang telah dan terus kami lakukan merupakan bagian dari ikhtiar itu. Kami percaya, kunci keberhasilan kemajuan desa adalah kolaborasi semua pihak, termasuk peran pemerintah kabupaten,” ujarnya. (Wid)

Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

× Advertisement
× Advertisement