Purwakarta, daridesa.com – Langkah tim bola voli putra SMAN 1 Cibatu dalam turnamen WIKARA CUP harus berakhir di posisi keempat. Dalam laga perebutan juara ketiga yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, skuad SMANTU harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah telak dalam tiga set langsung. Meski belum berhasil membawa pulang trofi, perjalanan tim hingga menembus babak empat besar tetap menjadi catatan prestasi yang membanggakan bagi sekolah.
Kesulitan Menghadapi Tekanan Lawan
Sejak set pertama dimulai, SMAN 1 Cibatu tampak kesulitan keluar dari tekanan servis dan serangan cepat yang dilancarkan tim lawan. Dominasi lawan yang begitu kuat membuat anak-anak Cibatu tertahan dan sulit mengembangkan pola permainan terbaik mereka di lapangan.
Pertandingan berakhir dengan skor telak 0-3 (20-25, 23-25, 28-30). Meskipun sempat mencoba melakukan rotasi pemain di set kedua untuk mengubah alur serangan, solidnya pertahanan lawan membuat setiap upaya serangan dari pemain SMAN 1 Cibatu berhasil dimentahkan hingga peluit akhir dibunyikan.
Evaluasi Pelatih: Menjadi Pelajaran Berharga
Pelatih tim voli SMAN 1 Cibatu, Ahmad Agustina, secara ksatria mengakui keunggulan lawan dan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi besar bagi timnya ke depan.
“Hari ini lawan memang bermain jauh lebih siap dan disiplin. Kami harus akui keunggulan mereka secara teknis di lapangan. Kekalahan telak tiga set ini menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak bahwa di level kompetisi seperti ini, konsistensi dan kesiapan mental adalah kunci utama,” ujarnya kepada penulis usai pertandingan.
Tetap Menjadi Kebanggaan Sekolah
Menempati posisi empat besar dari total seluruh peserta turnamen adalah pencapaian yang tetap patut diapresiasi. Hal ini membuktikan bahwa tim voli SMAN 1 Cibatu memiliki potensi besar dan telah bekerja keras selama masa latihan untuk bisa bersaing di level tinggi.
Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

