Purwakarta, daridesa.com – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta di Pendopo Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jumat (13/3/2026).
Penyerahan zakat tersebut turut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, direksi BUMD, hingga para camat se-Kabupaten Purwakarta.
Ketua Baznas Kabupaten Purwakarta Rika Ristiawati yang diwakili oleh Pimpinan Bagian Penghimpunan Baznas Purwakarta, Yudi Sirojudin Syarif, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Purwakarta atas dukungannya dalam mendorong kesadaran berzakat di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Menurut Yudi, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Acara ini untuk memberikan tontonan sekaligus tuntunan kepada masyarakat Kabupaten Purwakarta bahwa kepala daerah, pimpinan OPD, hingga para camat telah memberikan teladan dengan menunaikan zakat melalui lembaga pemerintah nonstruktural yaitu Baznas Kabupaten Purwakarta,” ujar Yudi saat diwawancarai awak media, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa selama ini sebagian masyarakat masih memahami zakat hanya sebatas zakat fitrah yang dibayarkan pada bulan Ramadan. Padahal, dalam ajaran Islam terdapat dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau zakat harta.
“Zakat mal itu di antaranya berasal dari hasil perdagangan, zakat emas dan perak, zakat tabungan, zakat saham, hingga zakat penghasilan. Karena itu, Baznas Kabupaten Purwakarta terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar pemahaman tentang zakat semakin luas,” jelasnya.
Yudi juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Baznas Purwakarta berhasil menghimpun zakat sekitar Rp8 miliar dari masyarakat Kabupaten Purwakarta. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih jauh dari potensi zakat yang diperkirakan dapat mencapai Rp250 miliar.
“Artinya, jika hanya Baznas yang bergerak sendiri tanpa dukungan dari pimpinan daerah, tentu akan sangat berat untuk mencapai potensi tersebut,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Baznas berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, khususnya zakat mal, semakin meningkat, terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita bisa memberikan teladan kepada masyarakat bahwa zakat bukan hanya zakat fitrah yang dilakukan setahun sekali, tetapi juga zakat mal yang dapat ditunaikan, terutama di bulan Ramadan,” pungkasnya. (Red)

