Kabar

Perkuat Ekosistem Pertanian, Pemkab Purwakarta Bersama EWINDO Bangun Kolaborasi

Pemkab Purwakarta Bersama Ewindo Bangun Kolaborasi

Purwakarta, daridesa.com – Krisis regenerasi petani yang menghantui Indonesia direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Di tengah data BPS yang menunjukkan penurunan jumlah petani hingga 2,35 juta orang dalam satu dekade terakhir, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) resmi menggandeng PT East West Seed Indonesia (EWINDO) untuk melakukan “rebranding” sektor pertanian bagi generasi muda.

Melalui kerja sama yang diteken Rabu (18/2/2026) kemarin, Pemkab Purwakarta meluncurkan Program Sekolah Berkebun. Tujuannya jelas: mengenalkan asyiknya dunia tani kepada siswa sejak dini agar mereka paham rantai pangan dan tidak lagi memandang sebelah mata profesi petani.

“Regenerasi petani adalah investasi SDM jangka panjang. Kita tidak bicara soal daerah saja, tapi ketahanan pangan nasional,” tegas Om Zein. Kolaborasi ini juga mencakup penguatan Kebun Istimewa sebagai pusat praktik tani modern yang adaptif dan terintegrasi.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani yang menjadi perhatian nasional. Pemerintah daerah melihat bahwa peningkatan produktivitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pembentukan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Berdasarkan Sensus Pertanian BPS 2023, jumlah petani di Indonesia turun 7,4 persen (sekitar 2,35 juta orang) dalam 10 tahun terakhir, dari 31,70 juta pada 2013 menjadi 29,34 juta orang pada 2023. Penurunan ini didominasi oleh berkurangnya petani muda, di mana mayoritas (70%) petani saat ini berusia lanjut, sementara regenerasi ke milenial/Gen Z terhambat.

Pendekatan Ekosistem untuk Ketahanan Pangan

IPNU-IPPNU Ujungnegoro Hidupkan Ekonomi Desa Lewat Pasar Ramadhan 2026

Kerja sama ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian berbasis ekosistem, dimana penguatan sektor dilakukan melalui sinergi kebijakan, inovasi, dan transfer pengetahuan.

Model kolaborasi ini menunjukkan bahwa pertanian daerah tidak hanya bertumpu pada input produksi, tetapi juga pada peningkatan kompetensi, kesinambungan pembelajaran, serta kesiapan generasi penerus untuk terlibat secara aktif.

Dengan pendekatan tersebut, Purwakarta diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai daerah dengan potensi hortikultura yang terkelola secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada agenda ketahanan pangan nasional.