Wonosobo, daridesa.com – Ribuan jamaah diprediksi akan memadati Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah untuk melaksanakan ibadah shalat Idulfitri 1447 H. Lokasi ini telah lama dikenal sebagai salah satu titik pelaksanaan shalat Id paling memukau di Indonesia berkat latar belakang kemegahan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang berdiri kokoh. Keindahan alam yang luar biasa ini tidak hanya menarik minat warga lokal, namun juga mengundang jamaah dari berbagai daerah hingga mancanegara untuk merasakan langsung kekhusyukan ibadah di tengah udara pegunungan yang sejuk dan asri.
Di latar belakang, Gunung Sindoro menjulang megah, diselimuti awan putih yang tipis di bawah langit biru yang cerah. Suasana alam yang damai ini memperkuat kekhusyukan ibadah.

Di latar belakang, Gunung Sindoro menjulang megah, diselimuti awan putih yang tipis di bawah langit biru yang cerah. Suasana alam yang damai ini memperkuat kekhusyukan ibadah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalikajar, Wachid, mengungkapkan bahwa suasana di lokasi tersebut memberikan pengalaman spiritual yang istimewa melalui perpaduan antara ketaatan beribadah dan kekaguman atas keagungan ciptaan Tuhan. Mengusung tema “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”, agenda tahun ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai hari kemenangan dalam suasana terbuka yang tenang dan penuh kedamaian. Daya tarik Desa Butuh pun semakin lengkap dengan sajian kuliner khas setempat, seperti kopi Garung, yang kerap dinikmati pengunjung usai melaksanakan rangkaian ibadah.
Pada pelaksanaan tahun ini, Abdul Aziz Ma’arif dijadwalkan bertindak sebagai imam sekaligus khatib yang akan menyampaikan pesan-pesan spiritual mengenai esensi kemenangan sejati setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Untuk mengantisipasi lonjakan jamaah yang diperkirakan meningkat hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, panitia bersama Pemerintah Desa Butuh telah melakukan perluasan area shalat demi menjamin kenyamanan dan kekhidmatan seluruh peserta yang hadir.
Camat Kalikajar, Aldhiana, memberikan dukungan penuh terhadap kesiapan desa dalam menyambut para tamu dan wisatawan religi. Beliau mendorong warga setempat untuk berperan aktif dalam menunjukkan keramahan, menjaga kebersihan lingkungan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Selain itu, pihak otoritas juga mengimbau jamaah agar hadir lebih awal di lokasi dan mematuhi aturan penutupan akses portal demi menjaga ketertiban serta kekhusyukan jalannya ibadah di lapangan tersebut.
Dari Desa | Membangun Kampung Halaman

