SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Tragedi Hajatan di Desa Kertamukti Purwakarta, Om Zein Sampaikan Duka dan Siapkan Pengetatan Izin Keramaian

Om Zein Bupati Purwakarta. (Foto: Istimewa)

Purwakarta, Jawa Barat – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban penganiayaan yang terjadi di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu, 4 April 2026.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi saat berlangsungnya pesta pernikahan yang digelar oleh pihak keluarga, dan menyebabkan satu orang pemangku hajat meninggal dunia.

“Om Zein turut berduka cita dan prihatin atas kejadian ini,” ujar Om Zein dalam keterangannya, Senin, 6 April 2026.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian dari Polres Purwakarta. Om Zein pun meminta keluarga korban dan masyarakat untuk tidak ragu serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

“Om Zein yakin bahwa Polres Purwakarta akan menangani kasus ini dengan baik dan memprosesnya sesuai hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Dede Yusuf Solihin Terpilih sebagai Ketua Oi Kabupaten Bekasi, Siap Perkuat Peran Pemuda Desa

Menyikapi insiden tersebut, Om Zein mengungkapkan akan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) guna membatasi serta memperketat perizinan dan pengawasan kegiatan keramaian, termasuk hajatan seperti pernikahan, khitanan, dan acara lainnya.

Ke depan, ia menambahkan, setiap pengajuan izin keramaian harus disertai fakta integritas serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Hal ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kepala desa, LPM, tokoh pemuda, hingga tokoh masyarakat setempat.

“Izin akan dikeluarkan jika semua pihak di wilayah tersebut menjamin keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Sebelumnya, pesta pernikahan yang seharusnya berlangsung penuh kebahagiaan berubah menjadi mencekam setelah terjadi aksi penganiayaan oleh sekelompok pria.

Peristiwa itu terjadi di lokasi yang sama pada Sabtu, 4 April 2026. Kasi Humas Polres Purwakarta, Enjang Sukandi, membenarkan kejadian tersebut.

Gelar Membaca Bumi Kartini, KOPEL Purwakarta Sambut 1 Dekade dengan Berbagai Festival 

Ia menjelaskan bahwa keributan bermula dari ulah sekelompok orang yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan terhadap korban.

“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Enjang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Pada Sabtu malam sekitar pukul 20.35 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan masih melakukan pemeriksaan intensif.

Kokoh Di Tengah Laut, Makam Syekh Abdullah Mudzakir Jadi Magnet Religi dan Penggerak Ekonomi Warga Desa Bedono

“Pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan pendalaman,” pungkas Enjang. (Red)

Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

× Advertisement
× Advertisement