Karawang, daridesa.com – Himpunan Pemuda-Pemudi Jungklang (HPPJ) menggelar kegiatan Halal Bihalal dan doa bersama anak yatim di halaman Mushola Raudlatul Hidayah, Kampung Jungklang, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi media silaturahmi warga sekaligus bentuk solidaritas terhadap sesama yang membutuhkan. Minggu (22/03/2026), kemarin.
Halal bihalal merupakan tradisi khas umat Muslim Indonesia yang dilaksanakan saat atau setelah Idulfitri sebagai momen untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Tradisi ini bertujuan merajut kembali persaudaraan serta memperkuat hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Secara historis, tradisi halal bihalal berakar dari budaya lokal yang telah dipraktikkan sejak masa Mangkunegara I (Pangeran Sambernyawa). Pada masa itu, raja dan para bangsawan berkumpul di istana untuk melakukan sungkem setelah salat Idulfitri. Tradisi ini kemudian dipopulerkan kembali pada masa pra-kemerdekaan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah kepada Presiden Soekarno pada tahun 1948 sebagai upaya meredam konflik politik dan memperkuat persatuan bangsa.

kegiatan halal bihalal dan doa bersama anak yatim
Kegiatan halal bihalal ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemuda-pemudi Kampung Jungklang pasca Idulfitri. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana silatul ilmi melalui pengajian umum, serta silatul maal melalui doa bersama dan santunan kepada anak yatim dari Rumah Yatim Baitul Mu’minin.
Dalam sambutannya, perwakilan Ketua Panitia, Mukhtasor Zidan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan keagamaan generasi muda. “Kegiatan ini lahir dari kecintaan dan kepedulian pemuda kepada sesama dan kepada tanah air. Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak agar dapat terus terselenggara setiap tahunnya,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Pamekaran H. Ahmad Kholil, KH. Afifudin selaku pengasuh Mushola Raudlatul Hidayah, Ust. Umar Jihad, S.H.I. selaku Ketua MWCNU Kecamatan Banyusari, serta KH. Ja’far Shodiq, pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhom Cirebon.
Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

