Nasional – Sejumlah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kini mendapatkan materi ketahanan pangan sebagai bagian dari pembekalan mereka, menggantikan materi latihan militer yang sebelumnya diterapkan dalam program ini.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman menyampaikan, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional yang perlu dipahami seluruh komponen bangsa, termasuk peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
“Melalui edukasi ini, kami berharap peserta SPPI tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga memiliki semangat untuk menjadi penggerak pembangunan di daerah masing masing,” ungkap Ali Gusman, dikutip daridesa.com dari kompas.com (14/07/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subseksi Bina Potensi Dirgantara Dinas Teritorial Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Tek Jumadi, memberikan materi mengenai ketahanan pangan di sektor pertanian dan perikanan kepada para peserta. Selain pembekalan di kelas, peserta juga meninjau langsung lahan ketahanan pangan dan fasilitas perikanan yang dikelola Lanud Halim Perdanakusuma untuk memberikan gambaran penerapan program ketahanan pangan di berbagai daerah.
Perubahan materi pembekalan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) setelah lima peserta SPPI meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) sebelumnya. Kemenhan telah mengubah istilah Latsarmil menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, sekaligus menghapus materi teknis dan taktis militer seperti latihan menembak dan taktik regu senapan.
Sebagai informasi, sebanyak 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP mengikuti program pembekalan yang kini telah disesuaikan tersebut.


