Lampung – Selama 18 tahun, anak-anak di Dusun Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Mereka terpaksa belajar di bangunan berdinding papan dengan lantai tanah dan meja kursi lapuk, bahkan tanpa fasilitas sanitasi sama sekali, kondisi yang oleh warga setempat disebut sebagai gubuk reot yang nyaris roboh.
Kecewa karena terus menerus luput dari perhatian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), warga setempat akhirnya memutuskan mengambil alih tanggung jawab tersebut secara mandiri. Tanpa bantuan pemerintah maupun DPRD Lampung, mereka bergotong royong membeli lahan, mengumpulkan iuran untuk menggaji guru dari luar daerah, hingga akhirnya berhasil membangun ulang SDN 1 Tanjung Raja Kelas Jauh menjadi gedung permanen yang layak.
Aksi ini terwujud berkat sinergi masyarakat, relawan, dan personel TNI dari Kodim Tanggamus. Pemicu utamanya adalah gerakan donasi yang digalang konten kreator lokal, Bang Taun, yang turut menggerakkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari ibu-ibu hingga pemuda setempat, untuk bahu membahu menyelesaikan pembangunan.
Salah satu relawan, Liskhori, menceritakan antusiasme warga yang langsung meledak sejak hari pertama koordinasi dilakukan.
“Begitu saya sampai ke sini, sudah usai berkoordinasi dengan seluruh warga. Saya langsung berkoordinasi dengan kelompok Bang Taun. Pokoknya dapat sambutan,” ungkap Liskhori, dikutip daridesa.com dari ruang.id (13/07/2026).
Ia menambahkan, rencana awal yang hanya sebatas mencangkul fondasi berkembang jauh lebih besar berkat antusiasme warga, mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu, hingga orang tua yang turut membawa material dari pucuk gunung setempat.
Bagi orang tua murid, berdirinya gedung baru ini menjadi kabar bahagia setelah penantian panjang. Sirajudin, salah satu orang tua siswa, mengaku sangat bersyukur melihat anak-anaknya kini memiliki ruang kelas yang aman dan layak, sekaligus berharap pembangunan ini dapat mendorong kemajuan Dusun Batu Nyangka ke depannya.

18 Tahun Menanti Bantuan Pemerintah, Warga Tanggamus Nekat Bangun Sekolah Sendiri (Istimewa)
Rasa syukur juga disampaikan guru SDN 1 Tanjung Raja Kelas Jauh, Arpriana, yang menyebut anak-anak didiknya begitu gembira begitu mengetahui sekolah mereka akan dibangun kembali.
Meski gedung sekolah kini sudah berdiri kokoh dan permanen, perjuangan warga di pelosok Lampung ini belum sepenuhnya usai. Fasilitas penunjang di dalam kelas masih jauh dari memadai, mulai dari kurangnya buku pelajaran, proyektor, hingga jaringan internet. Kondisi geografis Batu Nyangka yang terisolasi di tengah hutan membuat wilayah ini belum terjangkau sinyal telekomunikasi maupun jaringan listrik.
Selain fasilitas digital, warga turut mendesak pemerintah segera membangun infrastruktur dasar, terutama akses jalan yang layak. Pasalnya, saat musim hujan tiba, jalan yang rusak parah kerap memutus akses anak-anak untuk berangkat sekolah. Warga berharap aksi swadaya mereka membangun sekolah dapat segera direspons pemerintah dengan menghadirkan listrik, internet, dan jalan yang layak demi masa depan pendidikan generasi penerus di daerah tersebut.

