Kabar

Komunitas Kreatif Soroti Minimnya Ruang Berkarya bagi Anak Muda di Purwakarta

Foto: Dokumentasi Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL)
Foto: Dokumentasi Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL)

Purwakarta, Jawa Barat – Ruang berkarya bagi anak muda di Kabupaten Purwakarta dinilai masih belum memadai. Keterbatasan fasilitas, sulitnya memperoleh izin kegiatan, hingga minimnya apresiasi terhadap karya lokal disebut menjadi tantangan yang masih dihadapi berbagai komunitas kreatif di daerah tersebut.

Berbagai aktivitas kreatif seperti mural, musik, fotografi, otomotif, olahraga ekstrem, hingga literasi terus tumbuh di Purwakarta. Di sisi lain, perkembangan tersebut dinilai belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem yang memadai, baik dari sisi ketersediaan ruang publik maupun kebijakan yang mendorong kreativitas generasi muda.

Dalam wawancara dengan Daridesa.com pada Senin (27/7/2026), Iksan, salah satu Co-Founder Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL), mengatakan anak muda di Purwakarta memiliki banyak potensi dan karya yang layak berkembang. Menurutnya, dukungan terhadap kreativitas generasi muda tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga perlu diwujudkan melalui ruang berkegiatan yang mudah diakses, proses perizinan yang lebih sederhana, serta apresiasi terhadap karya lokal.

“Anak muda Purwakarta punya banyak potensi. Yang dibutuhkan bukan hanya acara sesaat, tetapi ruang yang konsisten untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Iksan.

Ia menilai ruang kreativitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring, mengembangkan keterampilan, hingga membuka peluang di sektor ekonomi kreatif. Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Laporan Nelayan Ditindaklanjuti, PHE ONWJ Klaim Perairan Ciparage Aman

Di tengah kondisi tersebut, Purwakarta juga masih menghadapi persoalan kenakalan remaja, termasuk tawuran yang beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Iksan, persoalan tersebut memiliki beragam faktor penyebab. Salah satu upaya yang dinilai dapat dilakukan ialah menyediakan ruang berekspresi dan aktivitas positif bagi generasi muda agar energi dan kreativitas mereka tersalurkan ke arah yang lebih produktif.

Iksan berharap pemerintah daerah dapat memperluas ruang publik yang ramah bagi kegiatan anak muda, menyederhanakan proses perizinan, serta memberikan dukungan yang lebih nyata terhadap berbagai inisiatif kreatif yang tumbuh dari masyarakat. Menurutnya, keberadaan ruang kreativitas yang inklusif tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat mendorong lahirnya karya, kolaborasi, serta peluang ekonomi bagi generasi muda di Purwakarta. (Anm)

Dari Desa | Membaca Kampung Halaman