Purwakarta, Jawa Barat – Literasi finansial sejak usia dini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) STIE Wibawa Karta Raharja. Melalui kegiatan edukasi ekonomi dasar yang digelar di SD Desa Cibingbin, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Kamis (16/7/2026), mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya mengelola uang secara bijak sejak bangku sekolah dasar.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 SD tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KPPM. Mereka menemukan bahwa sebagian siswa masih belum memahami cara mengelola uang saku, termasuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta pentingnya membangun kebiasaan menabung.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan program “Pahlawan Cilik Cibingbin Cerdas Menabung”. Melalui pendekatan yang interaktif, siswa diajak mengenali konsep kebutuhan primer, sekunder, dan tersier menggunakan media pembelajaran berupa Piramida Kebutuhan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Selain memahami skala prioritas, siswa juga diperkenalkan pada kebiasaan mengelola uang melalui enam langkah sederhana, mulai dari menentukan tujuan menabung, menyisihkan sebagian uang saku sebelum digunakan, hingga mencatat pemasukan dan pengeluaran. Edukasi tersebut juga mengenalkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan uang serta menghindari perilaku konsumtif.

Salah satu perwakilan mahasiswa KPPM mengatakan literasi finansial tidak hanya mengajarkan anak untuk menabung, tetapi juga membentuk kebiasaan mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak di Desa Cibingbin tidak hanya rajin menabung, tetapi juga waspada terhadap rambu bahaya keuangan, seperti perilaku konsumtif karena ikut-ikutan teman (FOMO) atau kebiasaan meminjam uang tanpa rencana pengembalian yang jelas,” ujarnya.


Kegiatan ditutup dengan pembacaan “Janji Pahlawan Cilik Cibingbin”, sebagai bentuk komitmen siswa untuk mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan serta membiasakan diri menyisihkan uang saku untuk ditabung.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa berharap pemahaman mengenai literasi finansial dapat menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak. Upaya sederhana ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
Penulis: (kppm)
Editor: (Anm)
Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

