Kabar

Akses Jembatan Putus, Guru di Desa Sikundo Aceh Barat Nekat Seberangi Sungai Sambil Gendong Anak

Pilu Akses Jembatan Putus, Guru di Desa Sikundo Aceh Barat Nekat Seberangi Sungai Sambil Gendong Anak (IG/@liumikes)
Pilu Akses Jembatan Putus, Guru di Desa Sikundo Aceh Barat Nekat Seberangi Sungai Sambil Gendong Anak (IG/@liumikes)

Sikundo, Aceh Barat – Sebuah video yang menampilkan perjuangan seorang guru menyeberangi jembatan darurat sambil menggendong anak menjadi sorotan warganet setelah dibagikan lewat akun Instagram @liumikes. Peristiwa ini terjadi di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Dalam video tersebut, sang guru terlihat meniti jembatan darurat yang hanya terbuat dari susunan tali dan bilah kayu seadanya, sambil berpegangan pada tali untuk menjaga keseimbangan di atas derasnya arus sungai. Jalur berbahaya yang sama juga digunakan anak anak sekolah maupun warga lain untuk beraktivitas sehari hari, karena hingga kini belum tersedia akses penyeberangan yang lebih aman.

“Beliau adalah guru dan juga seorang ibu yang setiap hari menyeberangi jembatan ini karena akses jembatan terputus,” tulis akun @liumikes, dikutip daridesa.com dari Instagram @liumikes (17/07/2026).

Kondisi ini merupakan dampak dari banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada akhir November 2025. Bencana itu merusak parah jalan dan jembatan utama menuju Gampong Sikundo, sehingga desa sempat terisolasi selama sekitar tiga pekan dan menyulitkan distribusi kebutuhan pokok, obat obatan, hingga layanan kesehatan bagi warga.

Untuk mengatasi keterisolasian saat itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sempat membuka jalan alternatif darurat sepanjang sekitar lima kilometer dengan mengerahkan tujuh alat berat, menembus kawasan perbukitan dan hutan dengan kontur curam serta kondisi tanah labil. Namun, delapan bulan pascabencana, sebagian warga Sikundo masih harus bergantung pada jembatan darurat untuk menyeberangi sungai dalam aktivitas sehari hari.

18 Tahun Menanti Bantuan Pemerintah, Warga Tanggamus Nekat Bangun Sekolah Sendiri

Persoalan akses menuju Sikundo sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah dokumentasi sejak 2017 menunjukkan warga harus berjalan kaki sekitar dua jam, menyeberangi empat arus Sungai Meureubo, dan melewati dua jembatan kabel untuk mencapai permukiman terdekat. Pemerintah daerah sempat meresmikan jembatan gantung penghubung Dusun Durian dan Dusun Sarah Saree pada Januari 2024, namun jembatan tersebut ikut hanyut terbawa banjir akhir tahun lalu.

“Datang ke sini bersama @ekspedisi.kitabisa membuka mata bahwa masih banyak fasilitas yang masih perlu diperbaiki untuk hidup mereka yang lebih layak,” tulis akun tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengenai target penyelesaian jembatan permanen maupun anggaran yang disiapkan untuk memulihkan seluruh akses masyarakat Sikundo. Video ini turut memicu ajakan donasi lewat tautan kitabisa.com/yukbantuaceh untuk membantu pemulihan akses dan fasilitas dasar warga desa tersebut.