Purwakarta, daridesa.com – Musisi kelahiran Desa Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Ferry Curtis kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Ia berhasil menciptakan lagu berjudul “Mars Perpustakaan Republik Indonesia” yang kini resmi diputar di seluruh perpustakaan di Indonesia.
Lagu tersebut hadir sebagai upaya mengajak masyarakat untuk kembali meningkatkan minat baca di tengah masih rendahnya budaya literasi di Tanah Air.
“Isi dari lagu ini lebih menekankan pada manfaat perpustakaan serta pentingnya budaya membaca sebagai ciri bangsa yang bermartabat dan berbudaya,” ujar Ferry Curtis kepada daridesa.com, Selasa (1/4/2026).
Ia menjelaskan, lagu ciptaannya telah resmi diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan sekaligus menggantikan mars perpustakaan sebelumnya yang telah digunakan selama puluhan tahun.
Menurut Ferry, kesempatan tersebut menjadi kehormatan besar baginya untuk turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui karya musik.
Proses Kreatif Penuh Tantangan
Dalam proses penciptaannya, Ferry mengaku menghadapi tantangan tersendiri. Lagu tersebut disusun dengan penuh kehati-hatian karena berada dalam pengawasan langsung Kepala Perpusnas, Prof. Aminudin Aziz.
“Saya sangat berhati-hati karena mempersiapkan lagu ini untuk bisa digunakan hingga 50 tahun ke depan,” ungkapnya.
Kini, Mars Perpustakaan RI sudah dapat diakses dan didengarkan secara resmi melalui platform milik Perpusnas RI dan dijumpai di berbagi Perpustakaan milik pemerintah.
Konsisten Mengusung Tema Literasi dan Kebangsaan
Selama puluhan tahun berkiprah di industri musik Indonesia, Ferry Curtis dikenal sebagai musikus yang konsisten mengangkat tema kebangsaan, pendidikan, dan motivasi.
Salah satu karyanya yang cukup dikenal luas adalah lagu “Mari Membaca”, yang kerap digunakan dalam berbagai kegiatan literasi hingga ke pelosok desa di Indonesia.
Bagi Ferry, budaya membaca merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Karena itu, gerakan literasi harus terus digaungkan secara berkelanjutan.
Produktivitas dan Dedikasi Tanpa Henti
Produktivitas Ferry Curtis terbilang luar biasa. Hingga saat ini, ia telah menciptakan lebih dari 250 lagu, yang mencakup berbagai genre seperti balada, lagu anak, teater, mars, hingga himne.
Sejak album perdananya Live In Concert Ferry Curtis (2003), disusul Tawis Soca, Sahabat Cahaya, hingga Jangan Berhenti Membaca (2019), karya-karyanya terus memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.
Album literasi yang digarap bersama Perpusnas RI juga melahirkan lagu “Mari Membaca” yang populer di kalangan pegiat literasi nasional.
Musik sebagai Gerakan Sosial
Tak hanya melalui rekaman, perjalanan musikal Ferry juga ditandai dengan lebih dari 30 konser tunggal yang digelar selama lebih dari tiga dekade di berbagai daerah.
Konser-konser tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana penyebaran nilai-nilai kemanusiaan, motivasi, dan literasi.
Bagi Ferry, panggung adalah ruang dialog. Musik bukan sekadar bunyi, melainkan medium untuk menggerakkan kesadaran masyarakat.
Warisan Nilai dan Inspirasi
Lebih dari sekadar karya musik, jejak Ferry Curtis mencerminkan upaya menjadikan seni sebagai bagian dari gerakan literasi dan pendidikan karakter.
Ia hadir sebagai representasi seniman yang menjadikan lagu sebagai medium penyampaian nilai, pengetahuan, dan harapan.
Di tengah dinamika industri musik saat ini, perjalanan sunyi yang ditempuh Ferry Curtis memberikan pelajaran bahwa karya yang dilahirkan dengan integritas akan selalu menemukan jalannya menuju keabadian. (Red)
Dari Desa | Membaca Kampung Halaman


