Kabar

Demi Proyek KDMP, Perpustakaan SDN Tlogo 2 Blitar Diratakan dengan Tanah

Aktivitas SDN Tlogo 2 Blitar (foto: suarajatimpost)
Aktivitas SDN Tlogo 2 Blitar (foto: suarajatimpost)

Blitar,  Jawa Timur – Gedung perpustakaan di SDN Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, akhirnya rata dengan tanah setelah dirobohkan pihak kontraktor demi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pertengahan Mei 2026. Padahal, sebelumnya pihak komite sekolah dan wali murid telah meminta agar perobohan baru dilakukan setelah gedung pengganti selesai diperbaiki dan siap pakai.

Anggota komite sekolah SDN Tlogo 2, Muslikah, mengungkapkan bahwa komite sebenarnya sudah berkompromi soal rencana pengambilalihan lahan bekas SDN Tlogo 1 untuk pendirian gerai KDMP, dengan syarat bangunan pengganti harus siap lebih dulu.

“Ada bangunan dengan tiga ruang yang bisa dijadikan pengganti. Tapi bangunan itu sudah rusak, tidak layak pakai. Nah, kami minta bangunan ini diperbaiki dulu hingga siap pakai baru bangunan yang akan digunakan KDMP dirobohkan,” ungkap Muslikah, dikutip daridesa.com dari Kompas.com (14/07/2026).

Karena gedung pengganti yang ada masih dalam kondisi rusak parah, komite sekolah bahkan sempat berulang kali mengadu ke DPRD Kabupaten Blitar, namun tak kunjung menemui titik temu. Proses negosiasi yang alot ini akhirnya tidak menghentikan proyek, dan pembongkaran tetap berjalan.

Akibatnya, ribuan koleksi buku perpustakaan sekolah sempat terbengkalai dan ditumpuk setinggi 1,5 meter di teras bangunan yang rusak, sebelum akhirnya dipindahkan ke salah satu ruang kelas. Siswa pun kehilangan akses langsung ke perpustakaan untuk membaca seperti biasa, sementara aktivitas lain seperti latihan tari yang biasa digelar di sanggar sekolah kini harus memanfaatkan ruang terbuka, dan pelajaran olahraga dipindahkan ke lapangan desa berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah.

18 Tahun Menanti Bantuan Pemerintah, Warga Tanggamus Nekat Bangun Sekolah Sendiri

Kepala SDN Tlogo 2, Sugianto, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan telah berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak sebagai pengganti gedung yang dirobohkan. Usulan anggaran perbaikan sebesar Rp376 juta itu pun telah disetujui Bupati Blitar, Rijanto, dan rencananya akan digunakan untuk membangun kembali ruang perpustakaan, sanggar tari, serta ruang kepala sekolah.

Menyusul perkembangan tersebut, pihak sekolah dan komite kini menyatakan tidak lagi mempermasalahkan keberadaan gerai KDMP di lingkungan sekolah, asalkan perbaikan ruang pengganti benar benar direalisasikan.

“Kami, pihak sekolah dan komite, sudah tidak mempermasalahkan keberadaan gerai KDMP itu. Yang kami harapkan saat ini, perbaikan ruang pengganti betul betul bisa terealisasi,” ujar Sugianto kepada Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, menambahkan bahwa gerbang SD dan gerai KDMP memiliki akses masing masing, sehingga keduanya diharapkan bisa berdiri berdampingan tanpa saling mengganggu aktivitas.

Tak Diperhatikan Pemprov Jabar, Desa Tawangsari Cirebon Diusulkan Gabung ke Brebes