Kabar

Pemprov Jabar Minta Psikolog Klinis Jemput Bola hingga ke 5.312 Desa

Sekretaris Daerah, Jabar Herman Suryatman (Foto: Jabarpemrov)
Sekretaris Daerah, Jabar Herman Suryatman (Foto: Jabarpemrov)

Jawa Barat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong para psikolog klinis untuk lebih proaktif mendatangi masyarakat hingga ke pelosok desa demi memperkuat layanan kesehatan jiwa. Pendekatan jemput bola ini dinilai penting agar gangguan mental bisa terdeteksi lebih awal, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan sebagian warga.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan peran psikolog kini tidak lagi cukup hanya menanti pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit. Ia menilai tenaga psikolog perlu terjun langsung ke tengah masyarakat supaya layanan kesehatan mental lebih mudah dijangkau.

“Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, keliling jemput bola, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman,” kata Herman Suryatman, dikutip daridesa.com dari jabarnews.com (21/07/2026).

Langkah ini diambil karena tantangan sosial ekonomi masih membayangi masyarakat di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Data pemerintah daerah mencatat angka kemiskinan di provinsi ini masih berkisar 6,78 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,64 persen, kondisi yang dikhawatirkan dapat memicu munculnya berbagai persoalan kesehatan jiwa apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Guna mendukung upaya tersebut, Pemprov Jabar menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis di UPTD Pelatihan Kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Barat. Pelatihan ini berfokus meningkatkan kemampuan psikolog dalam menangani depresi, gangguan psikologis, dan berbagai persoalan kesehatan jiwa lain di level komunitas.

Dugaan Pungli di Pati, Santunan Kematian Rp1 Juta Dipotong Rp300 Ribu Oknum Perangkat Desa

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan Setiawan, menekankan pentingnya peran psikolog klinis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Semoga acara ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya bagi ibu dan bapak yang menjadi perwakilan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kolegium Psikologi Klinis, Indria Laksmi Gamayanti, mengapresiasi langkah Pemprov Jabar yang dinilai berhasil memperluas jangkauan layanan psikologi klinis hingga ke puskesmas di tingkat desa secara bertahap dan berkelanjutan.

“Melalui berbagai pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat,” kata Indria.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi yang dilakukan secara berkala akan membantu para psikolog klinis merespons berbagai persoalan kesehatan mental masyarakat dengan lebih cepat, profesional, dan humanis.

Ketika Negara Mendirikan Koperasi