Purwakarta, Jawa Barat – Akses terhadap buku dan bahan bacaan masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Berangkat dari kondisi tersebut, Perpustakaan Teras Baca Generasi Bahagia menghadirkan sebuah gerakan literasi bertajuk TEPAR Literasi (Teras Ngampar Literasi) dengan semangat “Membawa Buku, Menumbuhkan Harapan.”

TEPAR- Teras Baca, Desa Taringgul Landeuh. (foto: Ist)
Kegiatan terbaru TEPAR Literasi dilaksanakan di Desa Taringgul Landeuh, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak membaca buku bersama di ruang terbuka yang penuh keceriaan dan semangat belajar.
Founder Teras Baca Generasi Bahagia, Ades Setia, mengatakan bahwa TEPAR Literasi lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan melalui buku.
“Tidak semua anak memiliki akses yang mudah untuk datang ke perpustakaan. Karena itu, kami memilih menghadirkan perpustakaan yang datang kepada mereka. Kami ingin memastikan bahwa membaca adalah hak semua orang, tanpa dibatasi oleh jarak maupun keadaan,” ujar Ade Setia.
Tak hanya menggelar kegiatan membaca bersama, Teras Baca Generasi Bahagia juga menghadirkan program berkelanjutan. Sejumlah buku dipinjamkan kepada anak-anak dan masyarakat Desa Taringgul Landeuh agar mereka dapat terus membaca setelah kegiatan selesai. Buku-buku tersebut nantinya akan ditukar setiap bulan dengan koleksi baru sehingga minat baca tetap terjaga dan anak-anak memiliki bacaan yang beragam.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk sama-sama tumbuh. Karena itu kami meminjamkan beberapa buku yang nantinya akan kami tukar setiap bulan dengan buku-buku baru. Dengan begitu, semangat membaca dapat terus hidup di tengah masyarakat,” kata Ade
Selain itu, kegiatan TEPAR Literasi juga menghadirkan Pohon Harapan, sebuah media sederhana yang mengajak anak-anak menuliskan cita-cita, impian, dan harapan mereka di secarik kertas untuk kemudian digantungkan pada pohon tersebut. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa setiap mimpi berhak untuk tumbuh, sebagaimana benih literasi yang terus dirawat.
Menurut Ades, literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang membangun keberanian untuk bermimpi dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Perjalanan kami tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Kami ingin meninggalkan jejak kebaikan melalui buku-buku yang dapat terus dibaca masyarakat. Literasi bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi tentang membuka kesempatan, menumbuhkan mimpi, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui TEPAR Literasi, Teras Baca Generasi Bahagia mengajak pemerintah, sekolah, komunitas, serta masyarakat untuk bersama-sama memperluas akses membaca hingga ke pelosok desa.
Dengan mengusung slogan “Membawa Buku, Menebar Ilmu, Menumbuhkan Peradaban,” gerakan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya literasi sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan bahagia. (Red)

