Ruang Warga

Dorong UMKM Berdaya Saing, Mahasiswa KKN 04 STIES Gelar Seminar Digital Marketing di Desa Bojong Barat

Sesi foto bersama antara Masyarakat Desa Bojong Barat, Pelaku UMKM, Pelajar, serta, mahasiswa KKN di acara seminar "UMKM Desa Melek Digital Marketing"
Sesi foto bersama antara Masyarakat Desa Bojong Barat, Pelaku UMKM, Pelajar, serta, mahasiswa KKN di acara seminar "UMKM Desa Melek Digital Marketing"

Purwakarta, Jawa Barat – Dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 04 STIES Purwakarta menggelar pelatihan bertajuk “UMKM Desa Melek Digital Marketing: Upaya Bisnis Jangka Panjang” di Gor Desa Bojong Barat, Purwakarta, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan membekali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat dengan keterampilan pemasaran digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Kepala Desa Bojong Barat, Adik Sahroni, dalam sambutannya menekankan urgensi adaptasi teknologi bagi pelaku usaha desa. Menurutnya, era digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan.

“Di era teknologi ini, pelaku UMKM sangat perlu melek digital. Hal ini menjadi peluang yang baik bagi pelaku UMKM, mulai dari proses produksi hingga membangun koneksi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas,” ujar Adik Sahroni. Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh mahasiswa untuk kemajuan usaha mereka.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Desa dari pihak mahasiswa, Adid, menjelaskan bahwa esensi dari digitalisasi terletak pada keberlanjutan bisnis.

KKN 07 Universitas Kartamulia Gelar Senam Sehat dan Penyuluhan Kewirausahaan Bersama Warga Desa Sukahaji

“Digitalisasi bukan sekadar perihal menggunakan media sosial atau membuat konten. Lebih dari itu, digitalisasi adalah upaya membangun bisnis yang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang,” tegas Adid.

Hadi Albulaqi saat memaparkan materi dan mengajak pelaku UMKM untuk melek digital marketing. (Dok. daridesa.com)

Hadi Albulaqi saat memaparkan materi dan mengajak pelaku UMKM untuk melek digital marketing. (Dok. daridesa.com)

Sementara itu, pemateri dalam kegiatan tersebut, Hadi Ibnu Sabilillah Albulaqi, memberikan wawasan praktis mengenai pemasaran tanpa biaya tinggi. Ia menyoroti bahwa keterbatasan anggaran bukanlah hambatan bagi UMKM untuk melakukan branding.

“Membangun branding saat ini sangat penting. Kita tidak harus mengeluarkan anggaran besar untuk menyewa jasa profesional jika kita memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran,” pungkas Hadi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga desa. Selain mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai strategi promosi digital, peserta juga mendapatkan bahan pokok berupa Minyak goreng sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap antusiasme pelaku UMKM dan peserta yang hadir di Desa Bojong Barat.

Bukan Sekadar Nama, Lemahabang Menyimpan Jejak Perjuangan yang Mulai Terlupakan