SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Budi Hikmah Luncurkan Buku Antologi Puisi “Mimpi Mimpi Mimpi”, Karya Kelima dalam Perjalanan Kreatifnya

Purwakarta, Jawa Barat – Kabar membanggakan datang dari dunia literasi lokal Purwakarta. Budi Hikmah, penulis muda asal Desa Sumbersari, Kecamatan Kiarapedes, kembali menerbitkan sebuah buku. Kali ini, ia meluncurkan buku antologi puisi bertajuk “Mimpi Mimpi Mimpi”, yang menjadi karya individu ketiganya.

Sebelumnya, Budi juga terlibat dalam penerbitan dua buku secara kolektif bersama Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL) Purwakarta serta Lembaga Pers Mahasiswa Wastukancana. Dengan demikian, hingga saat ini Budi telah berhasil mengkreasi lima buku dalam perjalanan kreativitasnya.

Peluncuran buku yang diterbitkan oleh Pustakaki Press Purwakarta tersebut digelar di Loka Coffee Creative Hub pada Sabtu, 20 Juni 2026. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Menurut Budi, Loka Coffee memiliki posisi yang strategis di pusat kota sekaligus memiliki rekam jejak sebagai ruang yang terbuka bagi berbagai aktivitas kreatif.

“Hari ini Gedung Creative Center Purwakarta sudah tidak bisa digunakan lagi entah kenapa. Lalu setahu saya, kafe Loka Coffee sudah beberapa kali mengadakan event kreatif seperti pameran lukisan, pentas seni musik, dan juga event komunitas gamers. Jadi saat saya coba komunikasi dengan owner-nya, ternyata kafe ini sangat welcome untuk bisa menjadi rumah kreatif kedua bagi para pegiat di sekitar Purwakarta,” ujar Budi.

Perjalanan Menjadi Penulis

LiteraCare 2026, Duta Baca Purwakarta Dorong Literasi Anak-anak Desa Kertamanah Sukasari

Budi Hikmah lahir di Desa Parakan Salam, Kecamatan Pondoksalam. Namun, ia tumbuh dan besar di Desa Sumbersari, Kecamatan Kiarapedes, Ia merupakan alumni SMAN 1 Wanayasa dan pernah menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Industri STT Wastukancana Purwakarta.

Sejak tahun 2017, Budi aktif berkegiatan di Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL) Purwakarta. Selain itu, ia juga terlibat dalam komunitas Asik Baca dan organisasi Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta. Pengalaman berorganisasi tersebut membentuk kepekaan sosial yang kemudian menjadi salah satu sumber inspirasi dalam proses kreatif kepenulisannya.

Memonumenkan Kumpulan Puisi

Dalam buku “Mimpi Mimpi Mimpi”, Budi mengaku ingin memonumenkan puisi-puisi yang telah ditulisnya selama bertahun-tahun. Ia mengumpulkan berbagai karya yang sebelumnya tersebar dan melakukan proses kurasi hingga akhirnya terpilih 40 puisi yang dimuat dalam buku tersebut.

Puisi-puisi yang tersaji di dalamnya merepresentasikan proses pembelajaran sekaligus berbagai keresahan yang ia rasakan selama ini. Tema-tema yang diangkat pun cukup beragam, mulai dari keluarga, kepribadian, asmara, negara, hingga refleksi tentang ketuhanan.

Gus Rozin : Pendanaan Pesantren Merupakan Kewajiban Negara, Bukan Sekadar Bantuan

“Buku ini menjadi cara saya mendokumentasikan perjalanan batin dan pemikiran yang selama ini tertuang dalam puisi-puisi,” ungkapnya.

Berharap Menjangkau Lebih Banyak Pembaca

Budi berharap buku terbarunya dapat memberikan dampak yang lebih luas dibanding karya-karya sebelumnya. Ia meyakini bahwa antologi puisi memiliki keunggulan karena dapat dinikmati secara santai tanpa harus dibaca sekaligus.

Menurutnya, pembaca bisa menikmati satu puisi demi satu puisi, meresapinya perlahan, tanpa harus meluangkan waktu yang panjang untuk menamatkan keseluruhan buku. Kehadiran buku puisi, kata dia, dapat menjadi teman untuk mengisi waktu luang maupun menemani momen-momen senggang.

Buku antologi puisi “Mimpi Mimpi Mimpi” saat ini dapat diperoleh melalui marketplace Pustakaki Press maupun dengan menghubungi akun Instagram penulis melalui pesan langsung (DM). Buku tersebut dipasarkan dengan harga Rp70.000 per eksemplar.

Tangis Haru Warnai Perpisahan SMPN 7 Purwakarta, Siswa Basuh Kaki Orang Tua sebagai Simbol Bakti

Terbitnya buku ini menjadi salah satu penanda bahwa gairah literasi di Purwakarta masih terus tumbuh. Kehadiran para penulis muda seperti Budi Hikmah menunjukkan bahwa ruang kreativitas lokal tetap hidup dan layak mendapat apresiasi dari masyarakat luas.

 

 

× Advertisement
× Advertisement