SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Tips Mbah Suhan Tanam Padi Pakai Galon di Lahan Tandus

Mbah Suhan Tanam Padi Pakai Galon di Lahan Tandus

Kakek Suhantara (82) asal Susukan II, Ponjong, Gunungkidul, membagikan tips menanam padi menggunakan galon bekas di daerah tandus. Meski tak perlu disiram setiap hari, tanaman padi di galon tetap membutuhkan pasokan air yang cukup banyak.

“Menanam padi di galon itu memang tidak menyiram setiap hari tapi airnya harus banyak, karena kalau sudah kering langsung disiram lagi. Tapi untungnya kalau di tempat saya ini airnya melimpah,” ucap Suhantara, dikutip daridesa.com dari detik.com (09/07/2026).

Pria yang akrab disapa Mbah Suhan itu menegaskan warga di daerah tandus tetap bisa menanam padi lewat metode ini asalkan ketersediaan air terjaga. Jika sumber air terbatas, ia menyarankan memanfaatkan air hujan agar tidak perlu keluar biaya tambahan.

Mbah Suhan mengungkapkan, tantangan utama metode ini bukan pada pengumpulan galon bekas, melainkan serangan hama tikus yang kerap merusak tanaman padi. Ia baru saja memasang perangkap tikus di sekitar pekarangan rumahnya untuk mengatasi masalah tersebut.

Di sisi lain, ia menyebut sejumlah keuntungan menanam padi dengan galon, di antaranya biaya yang lebih terjangkau karena hanya membutuhkan tambahan pupuk kandang dan pupuk kimia. Metode ini juga memudahkan pemantauan hama dan penyakit secara langsung.

Ribuan Mahasiswa Diterjunkan ke 100 Desa NTT Berantas Stunting

Selain itu, galon bekas dapat dipakai berulang kali, begitu pula media tanamnya yang bisa digunakan hingga dua kali panen tanpa perlu proses mencangkul ulang.

“Macul tidak perlu, lalu kalau sudah kering itu tinggal dibalik media tanamnya terus tinggal kasih pupuk dan bisa ditanami lagi. Selain itu galonnya kan awet juga, tidak sekali pakai,” katanya.

× Advertisement
× Advertisement