SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Jelajah Desa

Aksi KPPM Mahasiswa STIE Wikara Untuk Mengangkat Potensi Desa Sindangpanon

Kebersamaan antara Mahasiswa KPPM STIE WIkara Kelompok 12 beserta Koordinator Umum KOPEL dan Dosen Pembimbing Lapangan di Posko KPPM Desa Sindangpanon

Purwakarta, Jawa Barat – Kamis (9/7) Kelompok Kuliah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) STIE Wikara tahun 2026 yang bertugas di Posko 12, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong, berkomitmen untuk mengakselerasi potensi lokal melalui inovasi berbasis kearifan lokal. Program ini selaras dengan misi KPPM 2026 dalam menciptakan kemandirian ekonomi keluarga dan pelestarian seni budaya desa.

Dalam upaya pelestarian budaya, kelompok ini menyoroti seni tradisional Domyak. Koordinator Desa KPPM mencatat bahwa meskipun Domyak merupakan warisan berharga, regenerasi seniman muda masih minim, sehingga dampaknya kurang terekspos luas. Oleh karena itu, melalui program “Gema Domyak”, mahasiswa berupaya mengangkat kembali kesenian ini agar lebih dikenal masyarakat luas, dengan pusat kegiatan di Kantor Desa Sindangpanon.

Selain di sektor budaya, inovasi difokuskan pada pengolahan produk turunan gula aren melalui program “SIPAREN” (Sirup Gula Aren). Wakil Koordinator Desa, Wanda (21), menjelaskan bahwa selama ini produsen lokal cenderung hanya menjual air nira mentah ke luar daerah.

“Kami membuat inovasi sirup gula aren untuk membantu ekosistem UMKM di Desa Sindangpanon. Tujuannya agar potensi desa tidak berhenti pada produk gula aren batok saja, tetapi berkembang menjadi produk rumahan yang bernilai tambah. Kami berharap ini menjadi inovasi unggulan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Wanda.

Penerimaan masyarakat setempat dinilai sangat positif. Koordinator Desa (Koordes), Rosid (22), mengungkapkan bahwa tim berupaya membaur masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan.

Sinergi Pemuda dan Masyarakat, Karang Taruna Desa KembangKuning Resmi Dikukuhkan

“Alhamdulillah masyarakat sangat diterima. Kami juga aktif dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian di mushola, senam bersama, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan,” tutur Rosid.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bpk. Dodi Samsul Bahri dan Bpk Totong HIdayat memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pihak kampus, masyarakat desa serta sektor lain. Menurutnya, kolaborasi antara sektor pendidikan (Wikara), Ekonomi Kreatif (EKRAF), dan KOPEL (Komunitas Pena dan Lensa).

“Pentingnya sinergi seperti ini agar tujuan pembangunan desa dapat tercapai, demi mewujudkan Purwakarta Istimewa,” pungkas Dodi.

Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, KPPM Posko 12 diharapkan dapat menjadi fasilitator perubahan sosial serta penggerak inovasi yang membawa dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Sindangpanon.

Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman

Aktivis Perempuan Purwakarta Gugat Nalar Seksisme dan Budaya Patriarki

× Advertisement
× Advertisement