Kupang, Nusa Tenggara Timur – Sebanyak 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diterjunkan ke 100 desa di 13 kabupaten untuk membantu percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan. Program ini berlangsung melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2.
Program yang berlangsung mulai 9 Juli hingga 31 Agustus 2026 ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, didampingi 100 dosen pembimbing lapangan. Pelepasan peserta dilakukan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026).
Gubernur NTT mengatakan, provinsi tersebut masih menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, terutama tingginya angka stunting dan kemiskinan yang banyak terjadi di wilayah pedesaan.
“Kehadiran adik adik mahasiswa di desa desa nantinya kita harapkan agar seluruh masalah di NTT ini bisa didekati secara lebih saintifik ilmiah dan juga bisa kita carikan solusi berbasis saintifik ilmiah,” ungkap Melki, dikutip daridesa.com dari kompas.com (11/07/2026).
Selain aspek kesehatan, penanganan stunting dalam program ini turut mencakup sektor pendukung lain seperti ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Mahasiswa juga akan memperkuat Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta mendukung digitalisasi pencatatan pertumbuhan balita.
Program GENTASKIN Batch 2 turut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman


