SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Strategi Inovatif KPPM Mahasiswa Wikara Atasi Sampah di Desa Pangkalan, Purwakarta

KPPM kelompok 5 Mahasiswa Wikara bersama warga dan aparat Desa Pangkalan dalam kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan demonstrasi pembuatan biopori untuk mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan asri.

Purwakarta, Jawa Barat – Dalam upaya mengurangi volume sampah organik dan anorganik di area perkebunan dan irigasi, tim Kegiatan Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (KKPM) Kelompok 5 dari Mahasiswa Wikara meluncurkan program edukasi konservasi sampah berkelanjutan di Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Purwakarta.

Langkah ini mencapai puncaknya pada kegiatan seminar edukasi bertema “Bersama Mewujudkan Desa Pangkalan yang Bersih, Sehat, dan Asri” di Aula Desa Pangkalan, Jumat (11/07/2026).

Program ini merupakan hasil rekonstruksi strategi setelah menyalakan partisipasi masyarakat pada tahun 2017. Berangkat dari profil Desa Pangkalan yang agamis, tim mahasiswa mengintegrasikan edukasi pemilahan sampah ke dalam forum-forum keagamaan, termasuk majelis taklim ibu-ibu, sejak 6 hingga 10 Juli 2026.

Pendekatan persuasif di ruang pengajian tiap RT ini dinilai lebih efektif menyentuh akar rumput karena sebagian besar sampah rumah tangga bersumber dari aktivitas dapur.

Puncak rangkaian edukasi tersebut menghadirkan Direktur Bank Sampah Purwakarta, Ibu Amalia Yunindar, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Ibu Amalia memberikan wawasan praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta pembuatan biopori kepada masyarakat dan aparat desa yang hadir.

Kekeringan Landa Dua Desa di Babakan Madang Bogor, 3.060 Warga Krisis Air Bersih

“Guna mengantisipasi krisis hulu-hilir sampah, kami mengintegrasikan inovasi pengelolaan sampah anorganik terpilah melalui program pembuatan biopori. Melalui kolaborasi antara kader lingkungan dan masyarakat, kami optimis dapat menekan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan sekaligus memulihkan kebersihan lahan pertanian warga,” ungkap Fadil selaku ketua pelaksana kegiatan pada ini.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi permasalahan lingkungan di Desa Pangkalan, bukan sekadar formalitas akademis.

Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader lingkungan, Pemerintah Desa Pangkalan melanjutkan inisiatif ini untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman

Harga Telur di Kandang Anjlok, Peternak Blitar Nekat Jualan Langsung ke Warga
× Advertisement
× Advertisement