SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Seluruh Kecamatan di Pangandaran Terancam Kekeringan, 3 Desa Sudah Krisis Air Bersih

Seluruh Kecamatan di Pangandaran Terancam Kekeringan, Tiga Desa Sudah Krisis Air Bersih (Ilustrasi)
Seluruh Kecamatan di Pangandaran Terancam Kekeringan, Tiga Desa Sudah Krisis Air Bersih (Ilustrasi)

Pangandaran, Jawa Barat – Seluruh 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat, tiga desa di tiga kecamatan berbeda bahkan sudah lebih dulu mengalami keterbatasan air bersih.

Ketiga wilayah yang terdampak adalah Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya, Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, dan Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi.

“Kami sudah menyuplai air bersih ke tiga desa tersebut. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan kembali,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, dikutip daridesa.com dari kompas.com (14/07/2026).

Berdasarkan pemetaan risiko bencana, seluruh kecamatan di Pangandaran dinilai berpotensi mengalami kekeringan dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Potensi ini dipengaruhi oleh musim kemarau serta fenomena El Nino yang berpotensi mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode tanpa hujan.

Meski dampak kekeringan sudah dirasakan di sejumlah desa, BPBD hingga kini belum menerima laporan resmi mengenai besaran kerugian yang ditimbulkan, baik dari sektor pertanian maupun akibat keterbatasan akses air bersih bagi warga. BPBD masih terus memantau kondisi sumber air, kebutuhan masyarakat, serta perkembangan kekeringan di tiap kecamatan, dan akan kembali menyalurkan bantuan air bersih apabila ada permintaan dari pemerintah desa maupun warga.

Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Urbanisasi Berkurang

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum menetapkan status darurat kekeringan.

× Advertisement
× Advertisement