Nasional

Penduduk Usia Muda Terus Menurun, Peneliti Ingatkan Dampaknya bagi Desa

Penduduk Usia Muda Terus Menurun, Peneliti Ingatkan Dampaknya bagi Desa (Ilustrasi)

Nasional – Jumlah penduduk usia muda di sejumlah daerah diprediksi terus menurun dalam beberapa tahun ke depan. Fenomena ini mulai terlihat di berbagai provinsi, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, dengan dampak yang sudah dirasakan di sektor pendidikan, ditandai sejumlah SD negeri yang kekurangan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Peneliti Senior Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Turro Wongkaren, menyebut urbanisasi atau perpindahan penduduk usia produktif dari desa ke kota menjadi salah satu pendorong utama tren tersebut.

“Walaupun angka kelahiran di perkotaan secara total lebih rendah dari di perdesaan, dampak di perdesaan diperkuat oleh migrasi desa kota, umumnya penduduk usia produktif (sekaligus pasangan usia subur),” ungkap Turro Wongkaren, dikutip daridesa.com dari kompas.com (16/07/2026).

Turro menjelaskan, penurunan jumlah anak sebenarnya bukan fenomena baru. Tren ini disebutnya sudah mulai terlihat sejak akhir dekade 2010 an di sejumlah provinsi, meski sempat mengalami sedikit peningkatan.

Ia menilai pola migrasi dari desa ke kota membuat pasangan usia subur lebih banyak menetap dan melahirkan di wilayah perkotaan, sehingga jumlah anak di perdesaan justru semakin berkurang. Turro menambahkan, tren ini diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring perubahan komposisi penduduk Indonesia yang semakin terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih, Mulai Diujicoba Agustus 2026

Kondisi ini turut tergambar dari sejumlah kasus di lapangan, seperti sejumlah SD negeri di Jawa Tengah dan DIY yang hanya menerima segelintir murid baru, bahkan ada yang sama sekali tidak mendapat murid baru pada tahun ajaran ini. Para peneliti menilai persoalan ini bukan sekadar kompetisi antarsekolah, melainkan cerminan dari perubahan struktur demografi yang lebih besar, termasuk berkurangnya populasi usia muda di wilayah pedesaan.