Purwakarta – Sebuah transformasi tengah berlangsung di Desa Cibingbin, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Meski berjarak sekitar 38 kilometer dari pusat kabupaten dan belum memiliki pasar permanen maupun akses perbankan, para perempuan di desa ini menunjukkan semangat tinggi untuk maju lewat pemberdayaan ekonomi berbasis digital.
Melalui program Pemberdayaan Perempuan Berbasis Digital, gawai yang selama ini hanya digunakan untuk mengobrol kini diubah fungsinya menjadi alat produktif untuk mendongkrak ekonomi keluarga. Program yang berlangsung sekitar empat minggu ini bukan sekadar sosialisasi singkat, melainkan pendampingan intensif melalui lima tahapan transformasi, mencakup literasi keuangan, keterampilan manajemen usaha, hingga kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara mandiri.
Sebanyak 40 peserta dengan berbagai jenis usaha, mulai dari warung hingga kuliner rumahan, mengikuti program ini dengan antusias. Selama pelatihan, mereka dibekali kemampuan membangun identitas merek atau branding, menyiapkan visual produk yang menarik, serta menyusun konten promosi secara konsisten.

Ibu Ibu Desa Cibingbin Purwakarta Melek Digital, Siap Dongkrak Ekonomi Keluarga Lewat Gawai (Dok. Daridesa)
Peserta juga dilatih memanfaatkan WhatsApp Business untuk mengelola pesanan, serta Instagram dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah desa. Strategi digital ini dinilai menjadi kunci penting mengingat keterbatasan akses perdagangan fisik di Cibingbin.
Selain pemasaran, para peserta turut dibekali kemampuan teknis seperti penggunaan pembayaran digital dan pencatatan keuangan sederhana melalui aplikasi, agar pendapatan dan biaya usaha dapat dipantau secara lebih tertib dan profesional. Program ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research, di mana peserta terlibat aktif mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dampak usaha mereka sendiri.
Hasilnya cukup menggembirakan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, tercatat peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, di mana banyak dari mereka yang semula memiliki skor rendah kini mampu meraih skor maksimal.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kepercayaan diri ini, perempuan Desa Cibingbin diharapkan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan. Langkah kecil digitalisasi ini membuktikan bahwa teknologi bukan hanya milik masyarakat kota, tetapi juga bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi dari desa.
Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman


