Purwakarta, Jawa Barat – Kelompok 12 Kuliah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) menggelar workshop pemberdayaan ekonomi bertajuk “SIPAREN: Optimalisasi Potensi Gula Aren melalui Diversifikasi Sirup” di Aula Desa Sindangpanon, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa melalui inovasi produk olahan.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, perangkat desa, Komite Ekonomi Kreatif (EKRAF), Mojang Jajaka, Putri Kebaya Nasional, Duta Lingkungan, serta masyarakat Desa Sindangpanon.
Dalam sambutannya, perwakilan Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Tatang, menyampaikan pesan pentingnya kolaborasi, sinergi, dan kerja sama untuk mendapatkan output kegiatan yang optimal.
Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Dodi, dalam arahannya turut menekankan pentingnya ekosistem yang berkelanjutan bagi kemajuan daerah. Ia menyatakan bahwa sinergi, kolaborasi, dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama untuk terus mengawal dan mendukung kreativitas pemuda, khususnya dalam menggali potensi ekonomi di Purwakarta.
Apresiasi juga datang dari perangkat Desa Sindangpanon, Bpk Asep, yang berharap pemuda tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga kreativitas. Menurutnya, inisiatif mahasiswa dalam mengolah gula aren menjadi sirop merupakan contoh nyata pemanfaatan potensi lokal yang bernilai ekonomi.
Narasumber kegiatan, Susi Suryani, yang merupakan pemilik usaha minuman tradisional HERBLASS, mengajak masyarakat untuk memaksimalkan kekayaan rempah desa. Susi menegaskan bahwa pengolahan gula aren menjadi sirop merupakan langkah strategis dalam mengembangkan UMKM yang sehat dengan memperhatikan kandungan konsumsi yang dikonsumsi masyarakat.

Produk Sirop Gula Aren, yang dihasilkan Oleh KPPM 12 Mahasiwa STIE WIKARA. (Dok. Daridesa.com)
Tak hanya mendengarkan paparan materi, antusiasme masyarakat dan para peserta terlihat begitu tinggi saat memasuki sesi praktik pembuatan sirop gula aren. Para peserta dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat desa, tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan yang dipandu oleh narasumber. Mereka tidak ragu untuk terlibat langsung, bertanya, dan berdiskusi mengenai teknik pengolahan yang tepat agar sirop yang dihasilkan memiliki kualitas serta nilai jual yang tinggi.
Koordinator Desa (Koordes) KPPM Kelompok 12, Asep mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus berinovasi.
“Kami percaya perubahan besar sering kali lahir dari langkah kecil. Semoga workshop ini memberikan bekal keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan penghasilan keluarga dan mengangkat potensi Desa Sindangpanon agar semakin dikenal,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat khususnya Desa Sindangpanon untuk menggali potensi lokal dan mengubahnya menjadi produk yang memiliki daya saing pasar lebih tinggi.
Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman


