Kabar

Konflik Antardesa di Adonara Flores Timur Kembali Pecah, 2 Tewas

Konflik Antardesa di Adonara Flores Timur Kembali Pecah, 2 Tewas (Istimewa)
Konflik Antardesa di Adonara Flores Timur Kembali Pecah, 2 Tewas (Istimewa)

Flores, NTT – Konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali pecah pada Sabtu pagi (18/7/2026). Insiden ini menyebabkan dua orang tewas, masing masing satu orang dari kedua desa yang bertikai.

“Korban meninggal dunia ada dua orang,” ungkap Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, dikutip daridesa.com dari Kompas.com (18/07/2026).

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengonfirmasi pihaknya menerima empat pasien dari Dusun Bele, Desa Waiburak, sekitar pukul 07.00 WITA. Salah satu korban, Nayamudin Iskandar (21), meninggal dunia sekitar pukul 07.22 WITA akibat luka tembak di bagian dada kiri. Dua korban lainnya, Purnama BL (19) dan Siti Soleha (63), mengalami luka berat dan masing masing dirujuk ke RSUD Lewoleba di Kabupaten Lembata dan RSUD Larantuka.

Akibat bentrokan ini, sejumlah rumah warga dilaporkan turut terbakar, sementara arus lalu lintas di Jalan Trans Waiwerang lumpuh total karena warga memilih tidak melintas di tengah situasi yang masih mencekam.

Konflik ini diduga dipicu sengketa lahan tanah adat atau tanah ulayat antara kedua desa yang bertetangga di Pulau Adonara. Bentrokan kali ini merupakan kejadian kedua setelah insiden serupa sempat terjadi pada Maret 2026, dan sebelumnya juga pernah pecah pada Mei 2026 dengan kerusakan rumah warga dan korban luka akibat tembakan senjata rakitan.

Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat

Satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah Adonara, sementara personel gabungan TNI dan Polri telah diterjunkan ke lokasi bentrokan. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti konflik yang melibatkan warga dari kedua desa tersebut.

Sebelumnya, konflik antara kedua desa ini sempat dimediasi, dengan masing masing pihak menyerahkan senjata rakitan kepada polisi sebagai bagian dari upaya mengakhiri perseteruan.