Ruang Warga

Gebrakan Duta Baca Purwakarta Sentuh Mental Health Remaja Desa Maniis

Foto bersama peserta dan pengurus Paguyuban Duta Baca Kabupaten Purwakarta usai gelaran acara Literasi KORAN di Pendopo Kecamatan Maniis, Minggu (23/8).
Foto bersama peserta dan pengurus Paguyuban Duta Baca Kabupaten Purwakarta usai gelaran acara Literasi KORAN di Pendopo Kecamatan Maniis, Minggu (23/8).

Purwakarta, Jawa Barat – Paguyuban Duta Baca Kabupaten Purwakarta sukses menggelar kegiatan Literasi KORAN (Komunitas Ruang Rasa dan Nyaman) di Pendopo Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi inklusif bagi generasi muda di wilayah pedesaan.

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini mengusung tema “Mendengar Hati, Mewarnai Diri: Ruang Nyaman untuk Bertumbuh, Berekspresi, dan Bercerita” berlangsung meriah, kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang merupakan pelajar dari tingkat SMP, SMA, hingga SMK di wilayah Kecamatan Maniis.

Rangkaian acara diawali dengan Pendampingan Membaca Dasar (Literasi Interactive), Fun Game & Lomba Hari Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, hingga Sharing Season dan pemberian Materi Kesehatan.

Pemilihan tema “Ruang Nyaman” pada momen peringatan kemerdekaan di Maniis ini sejatinya berangkat dari pemaknaan mendalam atas arti merdeka itu sendiri. Bagi para pegiat literasi ini, kemerdekaan sejati hadir ketika setiap individu merasa aman untuk tumbuh dan bebas dari kecemasan mental.

“Merdeka juga berarti cerdas merawat raga, termasuk memahami penggunaan obat secara bijak demi mewujudkan bangsa yang sehat seutuhnya,” Ujar perwakilan Paguyuban Duta Baca Purwakarta di sela-sela kegiatan.

Anggota Paguyuban Duta Baca Purwakarta, Salma, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar mengasah minat baca, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental dan fisik para remaja desa.

Tingkatkan Literasi Murid, Musisi Ferry Curtis mengisi materi dalam Gelar IHT di SMPN 1 Wanayasa Purwakarta

“Kegiatan Literasi KORAN ini menguatkan kesadaran kita tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, sekaligus menambah wawasan dalam menggunakan obat-obatan secara bijak dan aman demi kesejahteraan hidup kita yang lebih baik,” ungkap Salma usai kegiatan.

Hal senada diungkapkan oleh Razika. Ia berharap edukasi kesehatan holistik yang disampaikan dapat langsung diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga edukasi yang diberikan hari ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aspek kesehatan holistik, penggunaan obat, dan membawa dampak positif bagi anak muda,” ujar Razika.

Sementara itu, Aldi menegaskan bahwa kehadiran Paguyuban Duta Baca di Kecamatan Maniis merupakan langkah nyata dalam meruntuhkan stigma bahwa literasi hanya milik kalangan tertentu.

Antusiasme Pelajar Warnai Inkubasi Terakhir Dalam Rangkaian FPL 2026

“Ini bukan akhir perjalanan sebagai pionir literasi, khususnya di Kecamatan Maniis. Ini menjadi bukti keseriusan kami Paguyuban Duta Baca Purwakarta dalam merekatkan kembali yang sudah renggang dalam minat literasi di Purwakarta. Sehingga literasi bukan hal yang eksklusif, melainkan inklusif yang mencakup secara holistik dan komprehensif hingga ke tingkat akar rumput sekalipun,” tegas Aldi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung seru dan penuh antusiasme dari para peserta hingga akhir acara. Gerakan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya ruang-ruang literasi serupa di berbagai desa lain di Kabupaten Purwakarta.***