Figur

Mengenang R.A.A. Suriawinata, Tokoh di Balik Lahirnya Purwakarta

R.A.A. Suriawinata-(Ilustrasi)
R.A.A. Suriawinata-(Ilustrasi)

Purwakarta, Jawa Barat – Raden Adipati Aria (R.A.A.) Suriawinata, atau dikenal sebagai R. Muhammad Sirodz dengan julukan Dalem Shalawat, merupakan Bupati Karawang ke-11 yang memerintah pada 1827–1849. Setelah itu, pada tahun 1849 beliau diangkat menjadi Bupati Bogor ke-16, jabatan yang diembannya hingga pensiun pada tahun 1854. R.A.A. Suriawinata wafat di Bogor pada 13 Mei 1872 dan dimakamkan di Kompleks Makam Keluarga Besar Dalem Shalawat, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Beliau merupakan putra R.A.A. Wiranata (Dalem Sepuh Bogor) dan adik kandung R.A.A. Surianata, Bupati Karawang sebelumnya. Selain dikenal sebagai pemimpin pemerintahan, Suriawinata juga dikenang sebagai tokoh yang sangat taat menjalankan ajaran Islam. Kebiasaannya membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW di setiap kesempatan membuat masyarakat menjulukinya Dalem Shalawat.

R.A.A. Suriawinata berasal dari garis keturunan para bupati Bogor dan Cianjur yang bersambung kepada R.A. Wangsagoparna, seorang ulama terkemuka di Tatar Sunda. Nilai-nilai keagamaan tersebut turut mewarnai kepemimpinannya selama menjabat sebagai bupati.

Memindahkan Ibu Kota Kabupaten Karawang

Salah satu warisan terbesar R.A.A. Suriawinata adalah memindahkan ibu kota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih. Pemindahan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 9 Januari 1830, bertepatan dengan 14 Rajab 1245 Hijriah.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis, di antaranya:

Terinspirasi Pandawara Group, Anak Anak Purwakarta Ini Nekat Bersihkan Selokan Sendiri

  • Sindangkasih telah lama menjadi jalur perdagangan penting sejak masa Kerajaan Galuh dan Pajajaran melalui jalur kuno yang dikenal sebagai Jalan Raya Pajajaran.
  • Lokasinya lebih dekat dengan Gudang Kopi (Koffie Pakhuis), Pelabuhan Kopi Cikao, serta kawasan perkebunan kopi yang berkembang pada masa Sistem Priangan (Preangerstelsel).
  • Letaknya lebih mudah dijangkau dari Batavia dibandingkan Wanayasa.
  • Wilayah Sindangkasih memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang besar, terutama setelah diberlakukannya Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), dengan komoditas seperti kopi, teh, kapas, tembakau, nila, kayu manis, murbei, dan ulat sutera.
  • Kondisi geografisnya dinilai lebih mendukung sebagai pusat pemerintahan baru.

Menurut berbagai sumber sejarah dan manuskrip tradisional, sebelum menentukan lokasi ibu kota baru, R.A.A. Suriawinata melakukan pencarian tempat bersama para penasihatnya. Dalam proses tersebut beliau senantiasa memohon petunjuk kepada Allah SWT melalui Salat Istikharah, mencerminkan kuatnya nilai religius dalam setiap kebijakan yang diambil.

Lahirnya Nama Purwakarta

Setelah ibu kota berada di Sindangkasih selama kurang lebih satu tahun enam bulan, R.A.A. Suriawinata mengusulkan agar nama Sindangkasih diubah menjadi Purwakarta, yang dimaknai sebagai awal pertumbuhan dan kesejahteraan.

Usulan tersebut disetujui oleh Asisten Residen Karawang, Guillaume de Serière, melalui Surat Persetujuan Nomor 40 dan Besluit Nomor 2, keduanya tertanggal 20 Juli 1831. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Purwakarta.

Karena perannya membuka dan membangun pusat pemerintahan baru, R.A.A. Suriawinata dikenang sebagai tokoh yang ngabaladah ngababakan atau perintis berdirinya Kota Purwakarta.

Pertimbangan Memilih Sindangkasih

Pemilihan Sindangkasih sebagai pusat pemerintahan didasarkan pada sejumlah pertimbangan penting, yaitu:

Dorong Kreativitas Lokal, Ekraf Usulkan Lomba Logo Hari Jadi Purwakarta

  1. Letaknya strategis dan berada di bagian tengah wilayah Kabupaten Karawang.
  2. Memiliki lahan yang subur dan luas untuk pengembangan wilayah.
  3. Tersedia sumber air yang kemudian berkembang menjadi Situ Buleud.
  4. Memiliki iklim yang nyaman bagi aktivitas pemerintahan.
  5. Berdekatan dengan Pelabuhan Sungai Cikao yang menjadi pusat aktivitas ekonomi saat itu.

Pertimbangan tersebut sejalan dengan tradisi pemerintahan di Tatar Sunda dalam menentukan lokasi pusat pemerintahan berdasarkan aspek geografis, ekonomi, dan sumber daya alam.

Masa Pemerintahan dan Perkembangan Daerah

Pada masa kepemimpinan R.A.A. Suriawinata, wilayah Karawang berkembang sebagai daerah pertanian dan perkebunan yang penting dalam kebijakan kolonial Hindia Belanda. Berbagai komoditas seperti kopi, teh, tembakau, kina, tebu, lada, hingga tanaman industri lainnya mulai dikembangkan melalui Sistem Tanam Paksa dan kemudian berlanjut pada era Agrarische Wet tahun 1870.

Meskipun kebijakan tersebut meningkatkan perekonomian kolonial, manfaatnya tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat pribumi karena sebagian besar hasil produksi ditujukan untuk kepentingan pemerintah kolonial Belanda.

Peristiwa Perang Makao

Dalam sejumlah sumber sejarah lokal disebutkan bahwa pada masa pemerintahan R.A.A. Suriawinata terjadi konflik antara penduduk pribumi dengan kelompok Cina Makao yang dikenal sebagai Perang Makao. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Taringgul, pada jalur Purwakarta–Wanayasa, dan menimbulkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak.

Lokasi pertempuran itu kemudian dikenal dengan nama Rancadarah, yang hingga kini berada di perbatasan Kecamatan Pondoksalam dan Kecamatan Kiarapedes.

Penuh Haru, HPPJ Gelar Halal Bihalal dan Doa Bersama Anak Yatim di Jungklang, Banyusari

Menjadi Bupati Bogor

Pada tahun 1849, R.A.A. Suriawinata dipindahkan menjadi Bupati Bogor. Beliau kemudian pensiun pada tahun 1854 dan menghabiskan sisa hidupnya di Bogor hingga wafat pada 13 Mei 1872.

Dalam sejarah Purwakarta, nama R.A.A. Suriawinata dikenang sebagai tokoh sentral yang memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, sekaligus menggagas lahirnya nama Purwakarta. Warisan kepemimpinannya menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pembentukan identitas dan perkembangan awal Kabupaten Purwakarta.

Sumber tulisan; Ahmad Sa’id Widodo (Peneliti & Penulis Sejarah Kabupaten Purwakarta) dilansir dari Kompasiana.com