SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar

Jaksa Agung Tekankan Transparansi Pembangunan Desa di ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026

Jakarta – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam acara Apresiasi dan Penganugerahan Program Jaksa Garda Desa bertajuk ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026 yang digelar di Fairmont Jakarta pada Minggu, 19 April 2026.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda Raffi Ahmad, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana bersama jajaran pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran Jaksa Agung menjadi penegasan pentingnya sinergi antara Kejaksaan RI dan ABPEDNAS dalam mengawal pembangunan desa agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

Dalam arahannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan fokus utama pemerintah yang selaras dengan visi besar pemerintahan melalui program Asta Cita, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dari tingkat desa.

“Melalui komitmen ini, desa tidak lagi dipandang sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek strategis yang menggerakkan roda ekonomi nasional,” ujar Burhanuddin.

Bupati Purwakarta Buka TMMD ke-128 di Desa Sukajadi, Dorong Akses Ekonomi Warga

Ia juga menyoroti pentingnya program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang telah berjalan sejak 2023 sebagai instrumen vital dalam memastikan penggunaan dana desa tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif dalam penegakan hukum, bukan semata-mata tindakan represif,” jelasnya.

Program Jaga Desa, lanjutnya, berfungsi sebagai sarana literasi hukum yang menyentuh langsung masyarakat melalui pendampingan, penyuluhan, serta mitigasi risiko terhadap potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana desa.

Dengan dukungan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi, pengelolaan anggaran desa kini dinilai semakin transparan dan akuntabel.

Keberhasilan tersebut juga mendorong Kejaksaan untuk mengembangkan program lanjutan seperti Jaga Dapur MBG dan Jaga Indonesia Pintar.

Hendrian Permana Dorong Film Jadi Medium Perlawanan terhadap Korupsi

Sementara itu, malam penganugerahan ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026 menjadi ajang apresiasi terhadap desa-desa yang dinilai berhasil dalam tata kelola pemerintahan yang baik.

Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, mulai dari pengelolaan keuangan desa, kepatuhan pengisian data aplikasi Jaga Desa, hingga karya film pendek bertema Jaksa Garda Desa.

Jaksa Agung meyakini para penerima penghargaan merupakan agen perubahan yang mampu menularkan nilai integritas dan kesadaran hukum di lingkungan masing-masing.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab dalam pengelolaan pemerintahan desa.

“Setiap kebijakan yang diambil akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Hadiri Movie Day KPK, Wabup Purwakarta Tegaskan Akan Lapor Bupati soal Fasilitasi Anak Muda. 

Di akhir sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi kepada ABPEDNAS sebagai mitra strategis dalam menjembatani komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat desa.

“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berintegritas,” pungkasnya. (Red) 

Berita Dari Desa | Membaca Kampung Halaman

 

 

× Advertisement
× Advertisement