Kabar

​25 Tahun GPMB: Mengawinkan Nada dan Aksara lewat Jalan Sunyi Literasi Ferry Curtis

​25 Tahun GPMB: Mengawinkan Nada dan Aksara lewat Jalan Sunyi Literasi Ferry Curtis
Ferry Curtis, Musisi sekaligus Duta Literasi Nasional. (Dok. Istimewa / Red)

Jakarta — Pengurus Pusat Gerakan Pembudayaan Minat Baca (PP GPMB) resmi menganugerahkan Penghargaan Sandya Praditya 2026 kepada musisi balada asal Desa Wanayasa, Purwakarta, Ferry Curtis, serta sebelas tokoh dan instansi penggerak literasi nasional lainnya di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

​Penganugerahan yang bertepatan dengan Seminar Nasional peringatan 25 tahun (perak) perjalanan GPMB ini digelar untuk mengapresiasi para inovator, pengurus daerah, dan mitra strategis yang konsisten menggerakkan ekosistem baca di tanah air. Secara filosofis, Sandya Praditya bermakna “penghargaan atas kekuatan yang besar”, sebuah tanda kehormatan tertinggi bagi mereka yang tak lelah menjaga nyala api literasi.

Dalam momentum ini, Ferry Curtis, yang bernama asli R. Ferry A. Anggawijaya kembali mencuri perhatian publik dengan menyabet penghargaan tunggal untuk Kategori Pegiat Literasi Nasional Berbasis Seni Budaya CSR. Capaian ini sekaligus menjadi trofi Sandya Praditya kedua baginya setelah menerima apresiasi serupa dari GPMB Pusat pada tahun 2023 silam.

​Konsistensi selama lebih dari dua dekade menyusuri “jalan sunyi” literasi menjadi alasan kuat mengapa penghargaan tersebut kembali berlabuh di tangan Ferry. Sejak memulai gerakannya pada tahun 2001, ia memilih pendekatan edutainment untuk mendobrak stigma bahwa kampanye membaca hanyalah aktivitas formal yang kaku.

Melalui petikan gitar akustik dan lirik balada yang puitis, Ferry mentransformasikan panggung musik dan kelas-kelas inspirasi di pelosok nusantara menjadi ruang diskusi kebudayaan yang hangat, sekaligus menyuntikkan kesadaran membaca secara emosional kepada generasi muda.

Melalui FPL 2026, KOPEL Dorong Anak Muda Purwakarta Berani Mengambil Peran

​Kontribusi nyata musisi senior tersebut dalam memadukan seni dan literasi telah melahirkan berbagai karya monumental yang diakui secara luas oleh lembaga negara. Ferry tercatat sebagai pencipta lagu Mars Perpustakaan 2026 serta lima lagu literasi nasional lainnya, termasuk Ayo ke Pustaka dan Jangan Berhenti Membaca.

Formula diplomasi balada yang dirintisnya kini telah menjangkau lebih dari 40 kota dan kabupaten di Indonesia, merentang dari kolaborasi strategis bersama Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) hingga blusukan ke desa-desa adat terpencil demi menjadikan musik sebagai jembatan peradaban bangsa.

​Menanggapi kiprah tersebut, Ketua Umum PP GPMB, Herlina Mustikasari, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin dan multisektor seperti yang dijalankan Ferry Curtis merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan rendahnya indeks minat baca ke depan.

“Oleh sebab itu, penganugerahan Sandya Praditya 2026 dirancang secara komprehensif untuk merangkul seluruh mata rantai penggerak literasi nasional, mulai dari birokrasi daerah, akademisi, komunitas akar rumput, hingga korporasi swasta.” lanjut Herlina.

​Pada tingkat daerah, apresiasi tinggi turut disematkan kepada sinergi wilayah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang dinilai sukses memadukan kreativitas pengurus lokal dengan dukungan birokrasi setempat. Untuk Kategori Kreativitas dan Aktivitas Program Literasi di Daerah, penghargaan diberikan kepada Pengurus Daerah (PD) GPMB Provinsi Jawa Timur dan PD GPMB Kabupaten Maros.

UU Satu Data Indonesia Disahkan, Prof. Sofyan Sjaf: Saatnya Desa Menjadi Produsen Data

Keberhasilan kedua wilayah tersebut juga mengantarkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Maros meraih penghargaan untuk Kategori Mitra Terbaik Program Literasi PD GPMB di Daerah.

​Selain apresiasi kewilayahan dan seni budaya, GPMB Pusat juga menyerahkan penghargaan Kategori Pengabdian Pegiat Literasi Berkelanjutan kepada dua tokoh akademisi, yakni Prof. Dr. H. Hanna, M.Pd. dan Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, untuk Kategori Mitra Organisasi Literasi PP GPMB, anugerah kehormatan diberikan kepada empat lembaga dan korporasi yang aktif menopang gerakan literasi, yaitu Sekolah Literasi Indonesia (SLI), BIMBA AIUEO YPAI (Yayasan Pengembangan Anak Indonesia), GLN Gareulis Nasional, serta PT Smartfren Telecom Tbk.

Menutup rangkaian peringatan perak seperempat abad GPMB, Herlina berharap jejak kolaborasi para penerima penghargaan ini dapat terus direplikasi secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan berbudaya luhur. (HIS)

Ekraf Purwakarta & ICCN Jabar Hadirkan Ruang Diskusi Ekosistem Kota Kreatif di Purwakarta