Purwakarta – Pengembangan potensi lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Purwakarta. Mulai dari budaya, seni, kuliner, kerajinan, hingga pariwisata, berbagai kekayaan daerah tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar lebih luas.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam pelantikan pengurus Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Purwakarta periode 2026–2031 yang berlangsung di Maya Datar, Pemda Purwakarta, Minggu (8/11/2026).
Dalam arahannya, Abang Ijo menekankan bahwa kekuatan ekonomi kreatif Purwakarta harus dibangun dengan menggali, mengembangkan, sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah. Kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat tidak boleh hanya menjadi identitas, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, media sosial, dan teknologi informasi menjadi aspek penting dalam memperluas jangkauan pemasaran produk ekonomi kreatif. Pelaku usaha kreatif perlu didorong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan ruang digital sebagai sarana promosi dan pengembangan pasar.
Kepengurusan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi periode 2026–2031 juga diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Setiap program hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan para pelaku ekonomi kreatif.
Dorong Kemandirian dan Wirausaha Muda
Dalam arahannya, Abang Ijo turut menyoroti pentingnya ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor penggerak perekonomian daerah. Keberadaan komite diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus katalisator dalam membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar membangun mentalitas mandiri, tidak terjebak pada pola pikir instan, serta terus mengembangkan kreativitas, kapasitas diri, dan jiwa kepemimpinan.
Menurutnya, generasi muda harus berani mengambil peluang, menciptakan inovasi, dan tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang kerja bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut turut disertai penekanan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara keberhasilan duniawi dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan. Kesuksesan, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari nilai kebermanfaatan dan kontribusi bagi sesama.
Melalui kepengurusan baru ini, Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Purwakarta diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan inovasi, pemberdayaan komunitas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan demikian, potensi lokal Purwakarta tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing, membuka kesempatan bagi generasi muda, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Red)

