Ruang Warga

Komite Ekraf Purwakarta Dorong Content Creator Kuasai AI Workflow dan Ekosistem Digital

Kemeriahan peserta dan pemateri workshop "AI Workflow & Content Creator" yang digelar Komite Ekraf Purwakarta untuk mendorong ekosistem kreatif berbasis teknologi di LOKA Coffee Creative Hub. (Dok. Istimewa)
Kemeriahan peserta dan pemateri workshop "AI Workflow & Content Creator" yang digelar Komite Ekraf Purwakarta untuk mendorong ekosistem kreatif berbasis teknologi di LOKA Coffee Creative Hub. (Dok. Istimewa)

Purwakarta, Jawa Barat — Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Purwakarta terus mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif berbasis teknologi dan digital di kalangan anak muda. Salah satunya melalui workshop “AI Workflow & Content Creator” yang digelar di LOKA Coffee Creative Hub, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut menghadirkan Ahmad Abdillah, seorang content creator, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi konten, mulai dari mencari ide, menyusun konsep, hingga mengembangkan konten secara lebih efektif.

Ketua Komite Ekraf Purwakarta, Rhana mengatakan perkembangan teknologi AI harus dilihat sebagai peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya generasi muda dan content creator.

“AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, tetapi menjadi alat untuk mempercepat proses kerja kreatif. Yang penting bagaimana kita bisa menggunakan teknologi ini secara tepat dan tetap memiliki karakter serta gagasan sendiri,” ujar Rhana.

Menurutnya, kemampuan membuat konten saat ini bukan sekadar persoalan menghasilkan video atau gambar untuk media sosial. Content creator juga perlu memahami bagaimana membangun identitas, menyampaikan pesan, serta menciptakan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Bantu UMKM Bojong Timur Naik Kelas, Ini Langkah KKN 05 STIES

Rhana menilai keberadaan ruang-ruang kreatif seperti LOKA Coffee Creative Hub dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut. Ruang kreatif, kata dia, dapat menjadi tempat bertemunya komunitas, pelaku usaha, kreator, dan generasi muda untuk saling berbagi pengetahuan serta berkolaborasi.

“Ekosistem digital tidak bisa dibangun sendirian. Kita membutuhkan komunitas, ruang kreatif, pelaku usaha, pemerintah, dan anak-anak muda yang mau terus belajar. Dari kolaborasi seperti inilah ekonomi kreatif bisa tumbuh,” katanya.

Workshop tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk mengenal lebih jauh pola kerja content creator di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Komite Ekraf Purwakarta berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan lebih banyak pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif, khususnya terkait AI, digital marketing, produksi konten, branding, dan pengembangan bisnis kreatif.

Dengan semakin banyaknya anak muda yang memiliki kemampuan digital dan kreativitas, Purwakarta diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi konten digital, tetapi juga mampu melahirkan content creator dan pelaku ekonomi kreatif yang produktif, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi.

Muktamar ke-35 NU : Membaca NU dari Desa & Menara Elite Kramat Raya