SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Ruang Warga

Sosialisasi Data Desa Presisi ke-II di Desa Ciangsana Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data Akurat

Kabupaten Bogor, Jawa Barat Pemerintah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar Sosialisasi Data Desa Presisi ke-II sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa berbasis data akurat, berorientasi pada pelayanan masyarakat, serta memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung kemajuan desa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SMP Negeri 3 Gunung Putri, Desa Ciangsana. Sosialisasi ini dihadiri puluhan warga dari sembilan dusun di Desa Ciangsana, termasuk unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga. Kamis, 21/5/2026

Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra, mengatakan bahwa program Data Desa Presisi atau DDP menjadi langkah penting bagi pemerintah desa dalam menghadapi perkembangan era digital.

Menurutnya, desa harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tidak tertinggal dalam pelayanan dan pembangunan.

“Saya ingin di era digital ini kita bisa mengikuti perkembangan zaman, karena kita tidak ingin tertinggal,” ujar Udin Saputra.

Disharmoni Bupati dan Wakil Bupati: Purwakarta Dilanda Dilema Kepemimpinan

Ia menjelaskan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui Sekolah Pemerintahan Desa atau SPD diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di Desa Ciangsana, khususnya melalui penguatan data desa yang akurat dan partisipatif.

“Apa yang telah kami dapatkan di Sekolah Pemerintahan Desa harus bisa kami implementasikan. Kami sangat optimis program Data Desa Presisi ini berjalan dengan baik, dan kami berharap IPB terus mendampingi agar program ini sukses, terutama dalam menghasilkan data yang akurat,” katanya.

Udin juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat dalam pelaksanaan program DDP. Selain itu menurutnya keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah desa, tetapi juga pada partisipasi aktif warga termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan.

“Kami berharap dukungan semua pihak, khususnya warga di kawasan perumahan. Kami ingin partisipasi masyarakat semakin kuat agar program ini berjalan lancar, sehingga Desa Ciangsana dapat menjadi desa yang lebih mandiri dan sejahtera,” tambahnya.

“Nu Saleresna 2, Naha Kedah Nyebatkeun 4?” – Jeritan Warga Cirangkong Purwakarta Soal Bansos Dana Desa

Sementara itu, penggagas Data Desa Presisi, Prof. Sofyan Sjaf dalam sambutannya mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Ciangsana sebagai salah satu peserta Sekolah Pemerintahan Desa yang berupaya mengimplementasikan DDP di tingkat desa.

“Kami sangat bangga Pemerintah Desa Ciangsana yang terlibat dalam Sekolah Pemerintahan Desa dapat mengimplementasikan program Data Desa Presisi ini,” ujar Prof. Sofyan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan DDP tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh partisipasi warga dan komitmen pemerintah desa dalam menjalankan proses pendataan secara bersama-sama.

“Kami punya metode, tetapi bapak dan ibu sekalian yang menjalankan. Data Desa Presisi ini bisa terlaksana bukan hanya karena kemajuan teknologi, tetapi karena kekuatan partisipasi warga,” ungkapnya.

Prof. Sofyan Sjaf juga menegaskan bahwa pelaksanaan Data Desa Presisi tetap memperhatikan aspek perlindungan dan keamanan data warga. Menurutnya, data yang dikumpulkan tidak digunakan secara sembarangan, melainkan dikelola untuk kepentingan perencanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Mahasiswa Universitas Pekalongan Dorong Kesadaran Hidup Sehat di Desa Sidayu, Batang

“Data warga tetap dijaga kerahasiaannya. Tidak semua data dibuka ke publik, karena ada data tertentu yang bersifat pribadi dan harus dilindungi. Data Desa Presisi digunakan untuk membantu pemerintah desa mengambil keputusan yang lebih tepat, bukan untuk merugikan masyarakat,” tegas Prof. Sofyan.

Ia menambahkan, sistem pengelolaan data dalam program DDP selama ini telah diterapkan di ratusan desa dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keamanan data.

“Sejauh ini server yang kami gunakan, alhamdulillah, aman. Sudah hampir 500 desa melaksanakan Data Desa Presisi, dan data-data tersebut tetap terjaga dari kebocoran,” ujarnya.

Prof. Sofyan juga memahami adanya kekhawatiran sebagian warga terkait keamanan data pribadi dalam proses pendataan. Karena itu, ia menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan DDP.

“Kami memahami kerisauan bapak dan ibu terkait keamanan data. Karena itu, kami berkomitmen agar data-data warga tetap aman dalam proses pendataan Data Desa Presisi ini,” tambahnya.

Diharapkan melalui sosialisasi ini pelaksanaan Data Desa Presisi dapat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan desa yang lebih tepat sasaran, berbasis kebutuhan masyarakat, serta mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan akuntabel. (Ram)

Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman

× Advertisement
× Advertisement