Ruang Warga

Dorong UMKM Naik Kelas, KPPM STIE WIKARA Bangun Branding Usaha Warga Desa Cibingbin Purwakarta

Mahasiswa KPPM STIE WIKARA saat menyerahkan bantuan desain dan pemasangan banner branding kepada Hj. Endah, salah satu dari tujuh pelaku UMKM penerima program pemberdayaan di Desa Cibingbin, Bojong, Purwakarta, Rabu (15/7/2026).

PURWAKARTA — Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui penguatan sektor usaha mikro, mahasiswa Kuliah Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) STIE Wibawa Karta Raharja menyerahkan bantuan identitas merek (branding) dan banner kepada pelaku UMKM di Desa Cibingbin, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Berbasis Digitalisasi untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Keluarga”. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas potensi besar produk lokal Desa Cibingbin yang selama ini terkendala minimnya identitas visual serta terbatasnya akses pasar.

Berdasarkan data potensi desa, Desa Cibingbin menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur perdagangan, seperti belum tersedianya pasar permanen, minimarket, maupun fasilitas perbankan. Kondisi ini menuntut para pelaku usaha untuk memutar otak agar dapat memasarkan produk hingga ke luar wilayah desa.

Mahasiswa KPPM mengidentifikasi bahwa identitas merek dan tampilan visual produk merupakan modal pemasaran krusial di era digital. Tanpa identitas visual yang jelas, komoditas unggulan daerah seperti gula aren dan kapulaga berisiko hanya menjadi produk biasa yang sulit bersaing di pasar eksternal.

Sebanyak tujuh pelaku UMKM dari berbagai sektor menerima bantuan desain logo dan banner profesional guna memperkuat citra usaha mereka. Para penerima bantuan tersebut di antaranya:

Dari Teras Rumah, Ade Bangun Gerakan Literasi Berdayakan Masyarakat Desa Kiarapedes

  • Sektor Olahan Makanan: Hj. Endah (UMKM Salevia) serta UMKM Wajita & Dolita.

  • Potensi Alam Lokal: Abah Didi dengan produk Gula Aren “GULAREN”.

  • Camilan Tradisional: Umi Oyah (Keripik Singkong Renyah) dan Kue Barokah (Kembang Goyang).

  • Kuliner Siap Saji: Usaha Bakso CBN.

  • Komoditas Hasil Bumi: Bapak Atang (Petani Kapulaga), sebagai langkah membuktikan bahwa hasil bumi mentah pun memerlukan branding demi meningkatkan nilai tawar.

Selain penyerahan secara fisik, program ini juga menekankan pentingnya peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga. Melalui penguatan identitas usaha, para pelaku UMKM perempuan diharapkan tidak hanya piawai dalam hal produksi, tetapi juga mampu mengemas promosi secara visual.

Nyari Gawe: Di Balik Angka Setengah Juta Pelamar, Apa yang Sebenarnya Berubah?

“Kami ingin membantu para pelaku usaha agar produk mereka lebih mudah dikenal dan terlihat profesional. Ini adalah langkah awal agar mereka bisa masuk ke pasar digital, seperti WhatsApp Business maupun media sosial” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KPPM di sela-sela kegiatan.

Pendampingan ini menargetkan dampak jangka panjang bagi percepatan ekonomi 5.650 warga Desa Cibingbin yang tersebar di 3 dusun, 6 RW, dan 18 RT. Dengan kepemilikan merek yang kuat, para pelaku UMKM diharapkan dapat menggenjot pendapatan harian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam mengelola ekonomi rumah tangga.

Berita Dari Desa | Membangun Kampung Halaman

Viral Video Jalan Rusak di Kertasari Purwakarta, Pemotor Diminta Ekstra Hati Hati